Investasi Bodong, PT Kampoeng Kurma Dipolisikan Ratusan Investor

Minggu, 10 November 2019 – 18:00 WIB

Kampung Kurma (foto:istimewa)

Kampung Kurma (foto:istimewa)

JAKARTA,REQNew – Investasi kavling tanah dan pohon kurma yang dijalankan PT Kampoeng Kurma diduga bermasalah. Ratusan investor mengancam bakal melaporkan perusahaan ini ke jalur hukum atas dugaan penipuan.

Irvan Nasrun, salah satu investor menuturkan, PT Kampoeng Kurma ditengarai menjalankan investasi bodong. Para pembeli kavling tanah sampai saat ini tidak mendapatkan kejelasan mengenai investasi yang telah mereka tanamkan.

Irvan mengaku membeli dua kavling di Cirebon, satu kavling daerah Poleang, dan satu kavling di Cipanas. Seluruh investasi itu bernilai Rp417 juta.

Apa yang dijanjikan PT Kampoeng Kurma ternyata tak ada wujudnya. Jangankan untuk progres penanaman pohon kurma, para pembeli sampai saat ini juga belum mendapatkan haknya dengan memperoleh Akta Jual Beli (AJB) dari setiap kavling yang sudah dibeli.

"Sampai sekarang AJB belum ada. Tanah tersebut juga tidak jelas. Tanahnya ada, tapi belum diapa-apain," ujarnya.

Atas dasar itu, Irvan menyampaikan banyak pembeli yang telah mengajukan pengembalian dana (refund) atas pembelian kavling tersebut. PT Kampoeng Kurma pun menjanjikan proses pengembalian itu dilakukan dari awal 2019 hingga Maret 2020.

Faktanya, hingga mendekati akhir 2019, PT Kampoeng Kurma belum melaksanakan kewajibannya untuk mengembalikan dana para pembeli yang sudah dijanjikan. 
"Gelombang pertama sudah menempuh jalur hukum tapi belum tahu hasilnya. Nah ini ratusan orang ini terkumpul, mau menempuh jalur hukum juga," ujarnya.