Mantan Dokter Obama Sebut Trump Menderita Masalah Syaraf

Rabu, 20 November 2019 – 19:00 WIB

Presiden Amerika Serikat  Donald Trump (Foto:Istimewa)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto:Istimewa)

AMERIKA SERIKAT, REQNews - Mantan dokter Barack Obama, David Scheiner memprediksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menderita gangguan syaraf yang tak tertangani. Seringnya Trump tak mampu menemukan kata-kata tertentu diprediksi kemungkinan akibat stroke ringan.

Dilansir dari laman The Independent, Rabu, 20 November 2019, pernyataan tersebut disampaikan saat wawancara dengan CNN terkait kunjungan mendadak Trump ke rumah sakit, yang memunculkan sejumlah spekulasi tentang kesehatannya.

"Jika dia melakukan pengecekan MRI (scan kepala) di sana, saya senang karena menurut saya dia memerlukannya," jelasnya menanggapi kunjungan dua jam Trump ke Rumah Sakit Pusat Militer Nasional Walter Reed pada Sabtu lalu.

Scheiner mengacu pada pidato Trump yang sering tak teratur dan kerap membingungkan, dia mengatakan itu bukan termasuk keseleo lidah, tapi Trump tak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

"Ini terjadi lagi dan lagi," ujarnya.

"Itu bukan candaan. Saya pikir ada masalah neurologis (syaraf) yang tidak tertangani," lanjutnya.

Scheiner yang pernah menjadi dokter Obama selama 19 tahun sejak sebelum menjabat presiden menambahkan: "Kekhawatiran saya kemungkinan dia terkena stroke ringan. Kita pernah ada kasus serupa sebelumnya di Gedung Putih ketika Woodrow Wilson menjabat presiden."

"Ketidakmampuannya menemukan kata-kata itu aneh dan belum dijelaskan, dan saya pikir orang harus menganggapnya sebagai kemungkinan masalah neurologis," lanjutnya.

Gedung Putih menegaskan kunjungan Trump ke rumah sakit - yang tak biasanya, tak ada di jadwal mingguannya - adalah pemeriksaan rutin sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan tahunan.

Dokter Trump, Sean Conley menyampaikan dalam pernyataan yang diterbitkan Selasa, kendati banyak muncul spekulasi tentang kesehatan Trump, dia mengatakan Trump tak mengalami nyeri di dada ataupun tak diperiksa dan dirawat untuk penyakit akut atau masalah mendesak.

"Secara khusus, dia tidak menjalani pemeriksaan jantung atau neurologis khusus," ujarnya.

Tetapi penjelasan resmi ditanggapi skeptis karena Trump menjalani pemeriksaan tahunan terakhirnya sembilan bulan yang lalu dan diketahui mendikte para dokter agar menyampaikan pernyataan tentang kesehatannya yang luar biasa bai