Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Jerat Pidana Pelaku Penembakan Orang Utan Aceh yang Diberondong 74 Peluru!

Rabu, 13 Maret 2019 – 14:30 WIB

Orang utan yang menjadi korban penembakan brutal

Orang utan yang menjadi korban penembakan brutal

JAKARTA, REQnews - Aksi keji dilakukan oleh seseorang tak dikenal dengan menembak secara brutal dua orang utan di Aceh. Akibat aksi sadis tersebut, induk orang utan mengalami kritis dan sang bayi anak orang utan itu pun ikut tewas karena mengalami depresi dan malnutrisi dalam perjalanan ke Pusat Karantina Orangutan di Sumatera.

Kini induk orang utan Sumatera tersebut sudah di evakuasi. "Induk orang utan terluka parah karena benda tajam dan ditemukan 74 peluru senapan angin di tubuhnya," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu 13 Maret 2019. 

Sebagai informasi, orang utan Sumatera atau Pongo abelii itu dievakuasi BKSDA Aceh di kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam (9/3). Ia dievakuasi beserta anaknya. "Anak orang utan akhirnya mati kekurangan nutrisi parah," tambah Sutopo.

Sementara Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo sebelumnya mengatakan pihaknya awalnya mendapat laporan terkait keberadaan induk dan bayi orang utan itu sekitar seminggu yang lalu. Setelah mengetahui posisi dan kondisi satwa tersebut, tim BKSDA bersama OIC dan WCS melakukan upaya evakuasi. 

"OU (orang utan) kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi Sibolangit di Sumatera Utara. Tapi bayinya tidak dapat diselamatkan," kata Sapto. 

Induk orang utan itu bakal dilepasliarkan kembali setelah dirawat di pusat rehabilitasi. Petugas juga mengobati luka yang terdapat di tubuh satwa tersebut 

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, memposting sejumlah foto tubuh orangutan Sumatera penuh peluru senapan angin di instagram @kementerianlhk. Tampak dalam postingan tersebut, foto-foto rontgen tubuh orang utan penuh peluru senapan angin terlihat jelas.

Sebagai informasi, pelaku penembakan orang utan tersebut terancam dijerat pasal 21 ayat a dan b junto pasal 40 ayat 2 UU no 5 tahun 90 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, dengan pidana lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta atas perbuatannya.

Tak hanya itu, pelaku juga bisa dijerat dengan pasal berlapis seperti Pasal 302 KUHP menyebutkan, barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya, tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup hewan, akan diancam pidana penjara paling lama tiga bulan. 

Sementara bila perlakuan seperti itu menyebabkan sakit lebih dari seminggu, cacat, luka berat lain, atau mati, pelaku diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan.