Mantan Dirut Jasindo Dituntut 9 Tahun Penjara

Kamis, 14 Maret 2019 – 18:00 WIB

Budi Tjahjono (foto:istimewa)

Budi Tjahjono (foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Asuransi Jasindo) Budi Tjahjono dituntut hukuman sembilan tahun penjara, denda Rp600 juta subsidair enam bulan kurungan. 

Budi diduga merekayasa kegiatan agen dan pembayaran komisi yang diberikan kepada agen PT Asuransi Jasindo seolah-olah sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tahun 2010 hingga 2012 dan tahun 2012 hingga 2014. Padahal, penutupan tersebut tidak menggunakan jasa PT Asuransi Jasindo. 

Dalam kasus ini Budi dinilai merugikan negara hingga Rp8,46 miliar dan Rp7,58 miliar atau total Rp16,04 miliar. Hal tersebut berdasarkan hasil laporan hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 

Selain hukuman 9 tahun penjara dan dendaRp 600 juta, jaksa juga menuntut Budi dengan uang pengganti.  "Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti Rp 6 miliar dan USD462,795 dikurangi dengan uang yang telah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp1 miliar," ujar Jaksa Penuntut Umum KPK Haeruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019). 

Uang pengganti tersebut lantaran Budi memperkaya diri sendiri. Budi diharuskan membayar satu bulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap. Bila tak menyanggupi, maka hukuman itu diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. 

Budi dinilai merugikan negara hingga Rp8,46 miliar dan Rp7,58 miliar atau total Rp16,04 miliar.(nls)