Dua Ledakan Bom Tewaskan Istri dan Anak Abu Hamzah

Kamis, 14 Maret 2019 – 07:00 WIB

Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M (Foto: REQnews/Rid)

Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M (Foto: REQnews/Rid)

JAKARTA, REQnews - Proses negosiasi terhadap Istri terduga teroris Abu Hamzah yang ditangkap di Sibolga berujung ledakan bom. Istri Abu Hamzah diduga nekat bunuh diri dengan meledakkan bom. Dalam ledakan itu anaknya yang berusia 2 tahun juga ikut tewas.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, proses negosiasi selama lebih dari 10 jam dilakukan dengan berbagai Cara. Selain dengan membawa tokoh masyarakat, juga meminta Abu Hamzah merayu istrinya untuk menyerah.

"Namun, pada dini Hari pukul 02.30, dua ledakan terjadi," ujarnya.

Saat diperiksa, sudah ada dua jenasah dalam kondisi tubuh hancur. Dua jenasah ini diduga istri Abu Hamzah dan seorang anaknya.

"Istri terduga teroris meledakkan diri dengan bom," jelasnya di kantor Divhumas Polri hari Rabu (13/3/2019).

Ledakan bom itu begitu besar hingga merusak puluhan rumah di sekitar tempat tinggal Abu Hamzah. Dedi menuturkan, rumah dengan radius 100 meter ikut hancur.

"Bomnya belum bisa dipastikan high explosive atau tidak. Tapi jumlahnya banyak," ungkapnya.

Sesuai pengakuan dari Abu Hamzah, setidaknya Ada 10 bom aktif di Rumah tersebut. Semua bom itu dirakit Abu Hamzah dan beberapa orang lain.

"Masih dilakukan pengembangan kembali," jelasnya.

Abu Hamzah diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia berencana melakukan serangan ke sejumlah kantor kepolisian dengan metode lone wolf alias aksi tunggal.

"Dia terkoneksi dengan yang ditangkap di Lampung," tuturnya.(*/Rid)