Rumit! Hakim Malaysia Tolak Permohonan Kasus Perkosaan PRT WNI

Selasa, 26 November 2019 – 21:00 WIB

Ilustrasi perkosaan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi perkosaan (Foto: Istimewa)

MALAYSIA, REQnews - Persidangan kasus pemerkosaan pembantu rumah tangga asal Indonesia di Malaysia masih terus bergulir. Terbaru, Mahkamah Sesyen Perak Selasa menolak permohonan pihak pembelaan untuk memindahkan kasus yang diduga dilakukan Komite Eksekutif Negara Bagian Perak Paul Yong Choo Kiong ke Mahkamah Tinggi.

Putusan itu dibuat Hakim Mohd Radzi Harun setelah mendengar argumen pengacara Rajpal Singh yang mewakili Paul Yong dan Azhar Mokhtar yang dilantik sebagai jaksa penuntut umum.

Radzi mengatakan hakim Mahkamah Sesyen berkompeten dan berupaya untuk mendengar kasus terkait. "Saya kira tidak ada sebab untuk mahkamah mengabulkan permohonan pihak pembela. Permohonan ini ditolak dan kasus ini diarahkan untuk didengar di hadapan Hakim Mahkamah Sesyen pada 5 Desember mendatang," katanya di Malaysia, Selasa 26 November 2019.

Sebelumnya pada 13 November lalu, Rajpal telah memohon memindahkan kasus tersebut dari Mahkamah Sesyen ke Mahkamah Tinggi. Ia beralasan kasus ini melibatkan undang-undang yang rumit seperti penggunaan Undang-Undang Perlindungan Saksi 2009, di mana pihak pendakwa memohon untuk menggunakan undang-undang tersebut terhadap dua saksi termasuk saksi utama.

Pendakwaan hari ini turut dikendalikan Naidatul Athirah Azman dan Ainul Wardah Shahidan manakala peguam Rajpal, Terence Naidu, Salim Bashir dan Farhan Sapian daripada pasukan pembelaan mewakili Yong.

Pada 23 Agustus lalu, Paul Yong mengaku tidak bersalah di Mahkamah Sesyen atas dakwaan memperkosa pembantunya itu di sebuah rumah di Meru Desa Park, antara 08.15 malam hingga 09.15 malam pada 7 Juli 2019.

Ketua Satgas Perlindungan WNI Yusron B Ambary ketika dimintai tanggapan mengatakan KBRI menghormati proses hukum yang ada di Malaysia dan terus berkoordinasi dengan pihak DPP (timbalan pendakwa raya/jaksa penuntut umum) dalam penanganan kasus ini.

"KBRI juga telah menunjuk Firma Hukum Gooi dan Azura sebagai pengacara pemerhati atau watching brief dalam kasus ini," katanya.