Malaysia Kirim Dua Peti Jenazah Pekerja Migran Ilegal ke NTT

Minggu, 01 Desember 2019 – 17:00 WIB

Ilustrasi kargo peti mati (Foto: Istimewa)

Ilustrasi kargo peti mati (Foto: Istimewa)

KUPANG, REQnews - Kabar duka kembali menyelimuti warga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hari ini, Minggu 1 Desember 2019, provinsi di wilayah timur Indonesia tersebut kembali mendapat kiriman dua peti jenazah.

Dua peti tersebut berisikan jasad pekerja migran asal daerah itu dari negeri jiran Malaysia. Jenazah para pahlawan devisa negara itu diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia, GA 438 dari Kuala Lumpur, Malaysia ke NTT dengan singgah terlebih dahulu di Jakarta.

Berdasarkan surat keterangan yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur nomor: 1071/SK-JNH/11/2019 dan 1072/SK-JNH/11/2019, tertanggal 27 November 2019, menyebutkan bahwa dua jenazah itu adalah Amanda dan Yantonius Malafu.

Amanda (22) adalah perempuan yang berasal dari Dusun Nefonaifui RT/RW/003/001, Desa Tunabesi Kecamatan lo Kufeu, Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste. Amanda yang tidak memiliki dokumen sebagai tenaga kerja itu, meninggal dunia di Hospital Teluk Intan, Perak pada 23 November 2019.

Sementara jasad lainnya adalah Yantonius Malafu adalah laki-laki berusia (34), warga jalan Fetor Funai, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kupang.

Korban adalah pekerja migran legal dengan nomor paspor RI No. C 5014972 sebagai buruh. Dengan kedatangan dua jenazah ini, maka jumlah pekerja migran asal NTT yang meninggal dunia selama Januari-November 2019 berjumlah 110 orang.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Siwa mengatakan, pada tahun 2017 jumlah pekerja migran asal daerah itu yang meninggal dunia sebanyak 62 orang. Jumlah ini meningkat menjadi 105 pada tahun 2018, dan hingga November 2019 ini berjumlah 110 orang.