Mahfud: Rizieq Bohong dan Tuding Pemerintah Ilegal

Senin, 02 Desember 2019 – 21:30 WIB

Habib Rizieq (Foto: Istimewa)

Habib Rizieq (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Imam Besar FPI Habib Rizieq mengaku melaporkan pencekalan yang dialaminya ke pemerintah Indonesia. Namun hal itu dimentahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Mahfud mengatakan, Rizieq tidak pernah melaporkan masalah yang dihadapinya ke pemerintah Indonesia. “Nggak ada. Saya sudah bicara dengan Kedubes, nggak pernah. Dia enggak pernah datang, dia menganggap pemerintah ilegal,” kata Mahfud saat ditemui di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin 2 Desember 2019.

Sayangnya ia tak merinci tentang 'pemerintah ilegal', tapi dalam sebuah pidato yang potongannya beredar di medsos pekan lalu. Dalam video itu, Rizieq pernah menyebut presiden yang dilantik pada Oktober 2019 adalah presiden ilegal.

Di satu sisi, Mahfud MD membenarkan bahwa ada staf Kedutaan Besar Arab Saudi yang mendatangi Rizieq ke kediamannya. Namun menurut Mahfud hal itu tidak termasuk ke dalam pelaporan.

“Memang ada orang datangi dia. Tanya, ya. Tapi dia sendiri tidak pernah melapor. Kapan gitu laporannya? Nggak ada,” tutur Rizieq.

Ketika ditanya soal tuduhan Rizieq bahwa pencekalan itu terjadi atas pemerintah Indonesia, Mahfud tidak menjawab. Dia hanya mengatakan bahwa itu adalah isu yang terus berulang. “Kalau itu diulang-ulang,” kata Mahfud.

Habib Rizieq mengaku telah melapor atas pencekalan yang dialaminya kepada pemerintah Indonesia lewat video yang diputar dalam acara Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin 2 Desember 2019.

"Pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi, saya beri tahukan adalah pihak otoritas RI," kata Rizieq di dalam video tersebut.

"Bahwa Dubes RI yang berkedudukan di Riyadh mengirim seorang utusan resmi yaitu ketua BIN di KBRI Riyadh. Jadi Pak Dubes mengirim utusan ke rumah saya untuk meminta keterangan bahkan meminta berkas keimigrasian dalam bentuk fotokopi, paspor, visa, dan sudah saya berikan," jelas dia.

Kata Rizieq, apa yang telah dilakukan dan proses pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari laporan. Karena itu, dia heran ketika pejabat di RI meminta dia melaporkan kembali.