OTT Kemenpupr, Diduga Terkait Penyediaan Air Bencana

Sabtu, 29 Desember 2018 – 16:41 WIB

Ilustrasi (REQnews)

Ilustrasi (REQnews)

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Tadi malam, komisi antirasuah tersebut mengamankan 20 orang yang terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pihak swasta.

Bukan hanya itu, dalam OTT yang dilakukan sejak sore hingga Jumat (28/12) malam tersebut KPK juga mengamankan uang tunai Rp 500 juta dan SGD 25 ribu serta uang satu kardus yang belum selesai dihitung oleh tim KPK. "KPK mengonfirmasi benar ada kegiatan tim sore hingga malam di Jakarta," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif.

Pantauan REQnews, pihak-pihak yang diamankan tadi malam belum keluar dari ruang pemeriksaan di gedung KPK. Mereka masih menjalani serangkaian pemeriksaan untuk kebutuhan penyelidikan. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para terperiksa tersebut. Apakah naik ke penyidikan atau tidak.

Lalu terkait apa OTT tersebut? Laode menjelaskan dari identifikasi awal diduga telah terjadi transaksi suap yang berkaitan dengan proyek penyediaan air minum di sejumlah daerah. Dugaan lain, ada pula indikasi korupsi yang berkaitan dengan penyediaan air minum untuk bencana alam. "Sedang kami dalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana," bebernya.

Rencananya, KPK akan mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan tersebut sore ini. Selain menetapkan tersangka, KPK juga akan merilis barang bukti lain yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. (Oji)