Didirikan oleh KADIN, BANI Tidak Bisa Diwariskan

Selasa, 03 Desember 2019 – 16:00 WIB

Tim Ahli BANI Bambang Widjojanto (Foto:Reqnews)

Tim Ahli BANI Bambang Widjojanto (Foto:Reqnews)

JAKARTA, REQNews - Sengketa nama Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) antara BANI Mampang dan BANI Souverign terus berlanjut. Terakhir Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan BANI Mampang atas gugatan yang dilayangkan para ahli waris.

Dalam keterangannya,  Tim Ahli BANI Bambang Widjojanto, mengatakan bahwa BANI Mampang didirikan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bukan perseorangan, maka BANI tidak bisa diwariskan.

"Badan Arbitrase Nasional Indonesia yang sekarang ini beralamat di Gedung Wahana Graha, Jl. Mampang Prapatan No. 2, Jakarta Selatan, didirikan oleh Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Indonesia bukan didirikan oleh orang-orang pribadi atau pengurus BANI pada periode awal," ujarnya.

Bambang Widjojanto pun menunjukkan bukti sebuah surat  yang dibuat oleh Kadin dengan No.SKEP/152/DPH/1977 tertanggal 30 November 1977, BANI Didirikan oleh KADIN pada kala itu, dan pengurusan pertama BANI ditetapkan dengan surat keputusan KADIN No. SKEP/154/1977 tertanggal 13 November 1977 yang berisi mengenai pengangkatan kepengurusan pertama BANI yang akan diambil sumpah atau janji di hadapan Ketua Umum KADIN Indonesia. 

Dalam surat tersebut tertera nama Prof. R. Soebekti sebagai Ketua, Harjono Tjitrosoebono sebagai Wakil Ketua, dan anggota-anggota tetap Prof.Dr. Priyatna Abdurrasyid, Dr. Djunaedi Hadisumarto, dan J.R.Abubakar. masa jabatan kepengurusan pertama ini berlaku lima tahun. Pada 1983, diperbaharui dengan SK pengangkatan kepengurusan baru melalui SKEP/012/III/1983, nama Dr. Djunaedi Hadisumarto digantikan Loekman Wiriadinata.

“Fakta yuridis membuktikan BANI sebagai lembaga yang didirikan oleh KADIN, tidak didirikan oleh orang lain, para pihak yang menyebut diri ahli waris tersebut bukan lah pendiri BANI, namun pengurus pertama BANI pada tahun 1977, justru menjadi aneh ketika ada pihak yang mengklaim secara sepihak menyatakan sebagai ahli waris,” ujarnya.