Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terhadap Pelaku Mutilasi Pegawai Kemenag

Selasa, 03 Desember 2019 – 15:30 WIB

Ilustrasi tersangka (Foto: Istimewa)

Ilustrasi tersangka (Foto: Istimewa)

BANYUMAS, REQNews - Deni Priyanto alias Goparin (37) pelaku pembunuhan berencana terhadap seorang pegawai Kementerian Agama bernama Komsatun Wachidah (51) dengan cara mutilasi dituntut Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Banyumas dengan hukuman mati.

Tuntutan tersebut dibacakan secara bergantian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Antonius dan Dimas Sigit Tanugraha di Pengadilan Negeri Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa,3 Desember 2019 dengan Hakim Ketua Abdullah Mahrus serta Hakim Anggota Tri Wahyudirandi dan Jastian Afandi.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Deni Priyanto dengan pidana mati," katanya.

Dalam tuntutan tersebut, JPU menuntut Majelis Hakim PN Banyumas yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut memutuskan, pertama, menyatakan terdakwa Deni Priyanto terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu.

Selain itu, terdakwa juga menyembunyikan dan menghilangkan barang bukti dengan cara memutilasi serta membakar bagian tubuh korban dan mengambil sejumlah barang milik korban.

Menurut JPU Antonius, tuntutan tersebut sesuai dengan dakwaan kesatu primer sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP, dakwaan kedua Pasal 181 KUHP, dan dakwaan ketiga Pasal 362 KUHP.

Terkait dengan tuntutan hukuman mati tersebut, Hakim Ketua Abdullah Mahrus mengatakan terdakwa punya hak untuk menyikapinya sehingga dia mempersilakan Deni Priyanto untuk konsultasi dengan penasihat hukumnya, Waslam Makhsid.

Setelah Deni kembali ke kursi pesakitan pascakonsultasi, penasihat hukum terdakwa, Waslam Makhsid mengatakan pihaknya akan menyampaikan pembelaan.