KPK Kecewa dengan Putusan MA Potong Hukuman Idrus Marham

Rabu, 04 Desember 2019 – 08:00 WIB

Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto REQnews)

Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto REQnews)

JAKARTA, REQNews - Seperti diketahui Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya telah memotong hukuman bagi Idrus Marhan menjadi hanya dua tahun. Dengan keputusan ini, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kecewa.

Majelis Hakim MA mengurangi hukuman penjara terhadap mantan terdakwa Idrus Marham dalam kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1. Idrus mendapat potongan masa tahanan.

Di tingkat banding, Idrus divonis dengan pidana pokok lima tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, Hakim Agung memotong hukuman penjara mantan sekjen Golkar tersebut menjadi dua tahun.

Adapun majelis hakim agung yang memutus perkara ini diketuai oleh Hakim Agung Suhadi dan anggotanya Hakim Krisna Harahap serta Profesor Abdul Latief.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa vonis MA sangat jauh berbeda dari dua putusan sebelumnya yakni di tingkat pertama Pengadilan Tipikor dan tingkat banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sehingga, pihaknya sangat kecewa ketika MA mengurangi hukuman Idrus Marham.

"Dibandingkan putusan dua tahun dengan putusan di tingkat banding, apalagi dengan tuntutan KPK, tentu wajar bila kami sampaikan KPK cukup kecewa dengan turun secara signifikannya putusan di tingkat kasasi ini," kata Febri di Jakarta Selatan, Selasa 3 Desember 2019.

Meski kecewa, KPK tetap menghormati keputusan yang dibuat MA terkait pengurangan hukuman untuk mantan menteri sosial tersebut.

"Bagaimanapun juga secara kelembagaan kami harus menghormati Mahkamah Agung, terutama majelis hakim, yang mengambil putusan itu," ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, KPK berharap ada kesamaan visi-misi antarlembaga untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku korupsi. Sehingga, ada kesepakatan bersama penegak hukum dan peradilan dalam menghukum koruptor.