Telur Jadi Bancakan Korupsi, Dua Pejabat di Aceh Jadi Tersangka

Rabu, 04 Desember 2019 – 08:30 WIB

Ilustrasi peternakan telur ayam (Foto:Istimewa)

Ilustrasi peternakan telur ayam (Foto:Istimewa)

BANDA ACEH, REQNews – Telur jadi bancakan korupsi dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar oleh dua pejabat di Dinas Peternakan Aceh.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi hasil produksi UPTD Balai Ternak Non-Ruminansia (BTNR) berupa telur ayam.

Kedua tersangka berinisial RH sebagai kepala UPTD BTNR dan MN selaku mantan pembantu bendahara. Penyelidikan kasus dugaan korupsi ini mulai dilakukan polisi sejak 2018. Kedua tersangka diduga melakukan korupsi terkait produksi UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh tahun 2016-2018 dengan anggaran Rp13 miliar.

“Penjualan hasil produksi UPTD BTNR berupa telur ayam itu tidak dicatat pada buku kas umum (BKU). Uang hasil penjualan telur digunakan langsung oleh tersangka,” ujar Kapolresta Banda Aceh, Komisaris Besar Polisi Trisno Riyanto, Selasa, 3 Desember 2019.

Kasus ini berawal saat keduanya tidak menyetorkan uang hasil penjualan telur ayam ke kas daerah kurun waktu 2016-2018.

Kerugian keuangan tersebut berdasarkan hasil laporan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN), yang dilakukan auditor BPKP perwakilan Aceh, pada 14 Oktober 2019.

Dalam kasus ini penyidik juga telah memeriksa 27 orang saksi. Polisi juga menyita uang tunai hasil penjualan telur yang pernah diberikan tersangka RH kepada saksi sebesar Rp3 juta