Wabah Campak Renggut Nyawa 55 Orang, Kebanyakan Anak di Bawah Usia 4 Tahun

Rabu, 04 Desember 2019 – 14:00 WIB

Ilustrasi Imunisasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Imunisasi (Foto: Istimewa)

SAMOA, REQNews - Kementerian Kesehatan Samoa mengonfirmasi tambahan dua kematian akibat wabah campak pada, Selasa 3 Desember 2019, yang menjadikan angka totalnya mencapai 55 sejak pertama kali mewabah pada pertengahan Oktober lalu.
 
Menurut pernyataan resmi Pemerintah Samoa, sebagian besar kematian berasal dari anak-anak berumur di bawah empat tahun. Dua kematian terbaru terjadi dalam 24 jam terakhir di Samoa.
 
Dilansir dari Xinhua, sejauh ini terdapat 3.881 kasus campak yang telah tercatat Tim Pemantau Penyakit di Samoa, dengan 153 di antaranya terjadi dalam rentang 24 jam. Sementara total pasien campak yang dirawat di rumah sakit Samoa saat ini mencapai 174 orang.

Samoa masih menerapkan status darurat campak. Lewat status ini, pemerintah menutup semua sekolah, menggelar vaksinasi massal dan melarang segala macam acara perkumpulan di ruang publik.
 
Senin kemarin, Perdana Menteri Samoa Tiulaepa Sailele Malielegaoi menyerukan kepada semua warga untuk bersama-sama membantu mengatasi wabah campak.
 
PM Malielegaoi juga mengumumkan penutupan seluruh layanan publik selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat mendatang. Hal ini dilakukan agar semua pegawai negeri sipil Samoa dapat membantu mempercepat jalannya program vaksinasi massal.
 
Campak adalah penyakit yang sangat menular. Penyakit ini biasanya menular dari cairan tubuh penderita. Kematian akibat campak di kalangan anak-anak di beberapa negara berkembang memiliki angka rata-rata antara 5 hingga 10 persen.
 
Jumlah kasus campak terus bertambah secara global, termasuk di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman. Ini terjadi karena sejumlah orang tua di dua negara tersebut menolak mengimunisasi anaknya atas alasan filosofi atau keagamaan.
 
Banyak juga orang tua yang termakan hoaks bahwa vaksinasi apapun dapat membuat anak mereka menjadi autis.