Kasihan! TKI Indramayu di Mesir Tak Bisa Pulang Selama 12 Tahun

Kamis, 05 Desember 2019 – 04:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu, Jawa Barat bernama Makpiyah binti Maknun (28) yang bekerja di Mesir dikabarkan tak bisa pulang sudah sejak hampir 12 tahun lalu.

Maknun, ayah kandung Makpiyah menyebut anaknya hingga kini baru menerima gaji Rp 36 juta saja selama bekerja. Makpiyah menjadi TKI bersama kakaknya, Nunung Nuraini.

Keduanya direkrut oleh Hayat, seorang sponsor warga Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, sebagai pekerja rumah tangga (PRT) ke Yordania. Makpiyah dan kakaknya didaftarkan ke PT Cemerlang Abadi di Indramayu, lalu dibawa ke Condet, Jakarta Timur.

‘’Di Jakarta pun hanya menunggu beberapa hari, kemudian kedua anak saya diberangkatkan ke Yordania pada 15 Januari 2008,’’ kata Maknun, Rabu 4 Desember 2019.

Setelah sampai di Yordania, kedua TKI itu kemudian dibawa ke Kairo, Mesir. Di kota itu, keduanya ditempatkan di dua majjikan yang berbeda. Nunung, setelah bekerja 3 tahun langsung pulang, sedangkan Makpiyah ditahan kepulangannya oleh majikan.

Mengetahui anaknya tidak bisa pulang, Maknun pun berusaha mendatangi PT CA, baik yang ada di Indramayu maupun Jakarta. Namun, perusahaan itu ternyata sudah tutup.

Pihak keluarga lantas mengadukan persoalan itu ke BP3TKI Ciracas pada Desember 2014. Namun, pengaduan dengan nomor: ADU/2014.12/003 924 itu hingga kini belum membuahkan hasil.

"Segala usaha sudah saya tempuh, tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil,’’ ujar Maknun.

Mengetahui kasus ini, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, menyatakan akan segera meneruskan pengaduan dari pihak keluarga Makpiyah itu secara tertulis ke berbagai pihak berwenang. Selain KBRI Mesir, pengaduan tertulis juga aan disampaikan ke direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan BNP2TKI.

‘’Semoga dalam waktu dekat pengaduan kami ditindaklanjuti sehingga Makpiyah bisa dipulangkan dengan membawa haknya,’’ kata Juwarih.