Kepung Kantor Surat Kabar Pendemo Minta Pemimpin Redaksi Digantung

Kamis, 05 Desember 2019 – 08:00 WIB

Demonstran mengepung sebuah surat kabar di Islamabad (Foto:Istimewa)

Demonstran mengepung sebuah surat kabar di Islamabad (Foto:Istimewa)

ISLAMABAD, REQNews - Puluhan pedemo mengepung sebuah surat kabar di Islamabad, ibu kota Pakistan, dengan memblokir pintu masuk selama beberapa jam, mengancam staf dan meminta pemimpin redaksi surat kabar itu digantung, Rabu, 4 Desember 2019.

Protes serentak juga terjadi pada Selasa 3 Desember 2019 di kota Karachi, di mana pedemo berkumpul di Press Club, menuntut agar Zaffar Abbas, Pemred surat kabar Dawn dan penerbit Hameed Haroon digantung.

Para demonstran, yang kemudian bubar, marah karena koran berbahasa Inggris itu melaporkan bahwa penyerang di Jembatan London "berasal dari Pakistan."

Protes itu dikecam oleh kelompok hak asasi Pakistan, organisasi jurnalis, politisi dan anggota masyarakat sipil yang mengadvokasi hak-hak jurnalis.

Dalam sebuah pernyataan, Komite Perlindungan Jurnalis mendesak Pakistan untuk mencegah protes terhadap surat kabar tersebut agar tidak berubah menjadi kekerasan.

"Orang-orang Pakistan memiliki hak untuk menentang dan berdemonstrasi untuk menentang surat kabar Dawn mengenai liputannya, tetapi mengancam membunuh sudah melebihi batas," kata Kathleen Carroll, ketua dewan di Committee to Protest Journalists melanisr Fox News.

Surat kabar Dawn memiliki sejarah hubungan yang tegang dengan militer negara itu.

Cyril Almeida, seorang jurnalis yang bekerja untuk Dawn, dituduh melakukan pengkhianatan pada tahun lalu setelah mewawancarai mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, di mana Sharif menuduh militer membantu para militan yang telah melakukan serangan teroris Mumbai 2008.

Sedangkan, Abbas pada bulan lalu dianugerahi Penghargaan Kebebasan Pers 2019 oleh Komite Perlindungan Jurnalis.