Pacari Pramugari, Pengamat: Pemegang Saham Harus Laporkan Ari Askhara ke Penegak Hukum

Jumat, 06 Desember 2019 – 13:30 WIB

Eks Dirut Garuda Ari Askhara (Foto: Istimewa)

Eks Dirut Garuda Ari Askhara (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko mengaku geram dengan dugaan isu perselingkuhan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dengan pramugari. Menurut Yanuar, dugaan tindakan tidak terpuji Ari tersebut tak hanya merusak moral pegawai Garuda, tetapi mempengaruhi kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya ke maskapai pelat merah tersebut.

Karenanya, Yanuar mendesak para pemegang saham untuk melaporkan Ari ke penegak hukum sekaligus mengecek transaksi keuangan dugaan perselingkuhan keduanya. "Jika info tersebut benar, yang rusak tidak hanya Garuda saja, tapi Indonesia. Pemegang saham harus kompak telusuri transaksi keuangan Ari apakah dia selingkuh dengan menggunakan fasilitas negara atau tidak," ujar Yanuar di Jakarta, Jumat 6 Desember 2019.

Sebelumnya, mengutip Seword, Jumat 6 Desember 2019, sang 'selir' pujaan hati Ari ini pun dituding sewenang-wenang. Bahkan jika permintaan terduga 'pelakor' ini tak dituruti anak buah Ari, sekelas area manajer pun bisa langsung dimutasi menjadi office boy. 

Tak berhenti disitu, pramugari yang diduga bernama Putri Novitasari Ramli ini pun berani berani melabrak istri sah Ari. Bahkan Seword menyebut Putri berani menggunakan uang negara untuk operasi plastik.

Yanuar menyatakan, seharusnya sebagai pejabat BUMN sekelas Garuda, Ari bisa memberikan contoh yang terpuji. "Publik belum lupa atas laporan keuangan fiktif Garuda beberapa waktu lalu. Kemudian kegalauan kerja sama dengan Sriwijaya, dan terakhir kasus penyelundupan Moge. Sebagai Dirut, Ari telah gagal memberikan contoh yang baik kepada para pegawai Garuda," ujarnya lagi.

Sebabnya, Yanuar meminta penegak hukum untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Jika tak diselidiki, maka akan menjadi bola panas iklim investasi di Garuda. "Artinya, akibat tindakan Ari tersebut bisa membuat investor menarik semua uangnya dari Garuda. Hal itu justru akan berdampak buruk bagi bisnis maskapai ini," kata dia.

Sebelumnya, salah satu netizen dengan akun @digeeembok membongkar sosok selingkuhannya yang sekarang sedang di base makassar.  Disalah satu ig story pramugari saat liburan ke Selandia Baru, ada video di mana terlihat tangan seorang pria melingkar dari belakang kepalanya. Kalau videonya di screenshot pada bagian tangan akan terlihat seperti tanda lahir.

Tangan lelaki yang sedang memeluk si Putri adalah diduga tangan Ari Askhara. Mundur tahun 2018 disaat Putri sebelum dan sesudah operasi plastik. Operasi plastiknya dilakukan di Osaka dan dibiayai oleh negara. Memakai dana operasional Ari Askhara. 

Satu lagi, ada suatu kejadian menarik di Osaka. Saat selingkuhan Ari terbang ke Osaka dan tiba di sana, dia meminta pelayanan ke Manager Area untuk membantunya ke Rumah Sakit untuk berobat. Ternyata bukan hanya berobat saja, ada kebutuhan yang lebih penting yakni operasi plastik.

Manager Area tak mungkin memberikan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadinya. Alhasil selingkuhan Ari marah, mengadu ke sang Dirut dan Manager Area Osaka dipulangkan ke jakarta, no post dan disuruh jadi Office boy di Terminal 3 crew centre.

Saat terduga selingkuhan Ari sakit di Osaka. Dia tidak diurus dengan baik oleh Manager Area. Maunya Putri dia harus dilayani langsung, sedangkan Manager Area pada saat itu belum bisa melayani karena pekerjaannya di Bandara yang harus tuntas.

Dari baru landing hingga ke kamar hotel dia terus mengancam. "Belum tahu siapa saya ya?" Lalu Putri mengancam berkata seperti ini "Nanti saya Papuakan". Berulang kali hal itu diucapkan sampai Manager Area mengurus dia ke hotel secara langsung dan meminta maaf karena kesibukannya.

Tidak berapa lama Manager Area dia mutasi ke Jakarta. Dari jabatan KK sekarang cuma menjadi penjaga ruang awak kabin di Terminal 3 Internasional yang kecil. Dan tidak memegang jabatan apapun.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Ari Askhara dan Garuda Indonesia.