2019, Polisi Lakukan 363 Penegakkan Hukum Kasus Karhutla

Sabtu, 07 Desember 2019 – 08:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Kapolri Jenderal Idham Azis melaporkan, pihaknya sepanjang tahun 2019 ini telah melakukan penegakkan hukum terhadap 363 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sampai 5 Desember 2019 sejumlah 363, 191 kasus statusnya P21 oleh kejaksaan, 165 proses sidik, tujuh kasus proses penyelidikan, dan jumlah tersangka 416, 393 perorangan dan 23 korporasi," kata Idham dikutip dari keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat 6 Desember 2019.

Idham menegaskan, pihaknya akan membentuk satgas di berbagai daerah untuk mencegah karhutla. Terkait penegakan hukum, Idham akan berkoordinasi dengan Jaksa Agung dan Mahkamah Agung terhadap kasus yang tengah ditangani.

"Kami sudah berkordinasi dengan Jaksa Agung dan Mahkamah Agung agar para pelaku dapat dihukum dengan seadil adilnya dan tidak ada SP3 untuk kasus ini," ujarnya menambahkan.

Sementara pemerintah diketahui sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi potensi karhutla tahun depan yang mungkin terjadi di berbagai daerah.

Dijelaskan Menko Polhukam Mahfud MD, ada beberapa tahap penanganan karhutla 2020 mendatang, di antaranya adalah pemetaan bencana, lalu inventarisasi perizinan, patroli, dukungan alat pertanian sampai pendidikan masyarakat bersama.

Nantinya, penanganan potensi karhutla 2020 ini juga akan menggunakan bantuan dana desa. Kata Mahfud, Jumat 6 Desember 2019, pelibatan masyarakat adalah bagian penting yang tak terpisahkan dari pencegahan karhutla.

Mahfud juga meminta Polri membentuk satgas khusus yang berfungsi untuk melakukan monitoring kebakaran hutan dan lahan. Satgas khusus itu perlu melibatkan jajaran pemda dan masyarakat lokal untuk menumbuhkan kesadaran serta kepedulian untuk mencegah karhutla.