KPK Siap Telusuri Uang Rp 100 Miliar yang 'Dikorupsi' Mantan Dirut Garuda

Minggu, 08 Desember 2019 – 16:00 WIB

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Istimewa)

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Aliran dana Rp 100 miliar berada di pusaran kasus Emirsyah Satar. Nilai fantastis yang diterima mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) itu diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini, KPK pun berfokus untuk mengembalikan uang itu ke kas negara. "Kalau angka 100 (Rp 100 miliar) itu dikaitkan dengan tindak pidana korupsi, kita minta kembalikan, tinggal nanti ditelusuri itu berubah bentuk nggak," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.

Pengembalian uang hasil korupsi itu merupakan komitmen KPK. Terkait lamanya waktu pengusutan kasus ini disebut Saut karena KPK tidak sembarangan dalam mencari barang bukti.

"Anda nggak boleh abuse makanya Anda harus hati-hati dalam mempelajari," kata Saut.

Diketahui, kasus pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C untuk PT Garuda Indonesia segera masuk ke pengadilan. KPK berjanji mengungkapkan adanya aliran uang bernilai fantastis dalam kasus itu.

"Memang kami mengidentifikasi ternyata dugaan aliran dana itu bukan hanya Rp 20 miliar. Setelah kami cek ada puluhan rekening ketemulah totalnya kurang lebih dugaan aliran dana itu Rp 100 miliar termasuk pada tersangka yang sudah ditetapkan saat ini," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Total ada 3 tersangka yang baru ditetapkan KPK yaitu Emirsyah Satar, Soetikno Soedarjo, dan Hadinoto Soedigno. Namun untuk persidangan nanti KPK baru mendudukkan 2 orang di kursi pesakitan yaitu Emirsyah dan Soetikno.

Pada saat ditetapkan sebagai tersangka, Emirsyah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia, sedangkan Soetikno disebut sebagai beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd serta pemilik dari PT Mugi Rekso Abadi (MRA). Sementara itu Hadinoto tercatat sebagai mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga KPK menerima 1,2 juta Euro dan 180 ribu USD serta dalam bentuk barang melalui Soetikno sebagai perantara dari Rolls-Royce P.L.C. Selain nominal yang diduga diterima Emirsyah, KPK mengidentifikasi adanya pusaran uang lain yang bahkan tidak hanya berada di dalam negeri serta tidak hanya pada Emirsyah seorang.