Nadiem Dihadapkan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Minggu, 08 Desember 2019 – 22:00 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Istimewa)

Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim punya tugas berat di bidang Hukum dan HAM. Tugas yang dimaksud terkait kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam merujuk hasil Survei Komnas HAM. Survei itu menunjukkan mayoritas generasi Z berusia di bawah 22 tahun dan generasi Milenial berusia 22-40 tahun tak mengetahui apa saja kasus pelanggaran HAM berat.

"Sebab banyak buku pelajaran yang tidak menjelaskan adanya pelanggaran HAM berat. Hal ini menjadi tantangan bagi Nadiem Makarim," kata Anam beberapa waktu lalu di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, survei Kompas kali ini mencakup lima dari 12 kasus HAM yang ditangani Komnas HAM. Yaitu Peristiwa 1965, Petrus 1982, Penculikan Aktivis 1997, Penembakan Trisakti-Semanggi 1998, dan Kerusuhan Mei 1998.

Untuk itu, Anam berpesan jika ingin menciptakan generasi yang melek inovasi, maka penting juga agar masyarakat tahu keadaban. Melek keadaban ini bertujuan agar kesalahan dan penyalahgunaan wewenang dalam peristiwa masa lalu.

"Bisa diceritakan dan tidak dilakukan lagi di kemudian hari. Keberulangan bisa kita hindari," katanya.

Kondisi ini tentunya menjadi tantangan bagi Nadiem. Jika dalam pidatonya Nadiem ingin memberi kesempatan siswa untuk mengajar di kelas, maka menceritakan peristiwa masa lalu bisa menjadi salah satu materinya.

"Suruh cerita depan kelas gimana peristiwa 1998, 1965, itu akan jadi bangsa yang beradab. Enggak hanya bangsa yang inovatif. Ini tantangan Mendikbud," katanya.