Saut Situmorang: Korupsi Bikin 'Kiamat' Indonesia

Minggu, 08 Desember 2019 – 22:30 WIB

Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang (Foto: Istimewa)

Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 diperingati untuk membuat masyarakat sadar bahwa kasus korupsi itu bisa membuat "kiamat" suatu negara. Kondisi itu pun bisa terjadi di Indonesia, jika masih memberikan peluang korupsi di pemerintahan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang saat menghadiri Anti-corruption Film Festival 2019 (ACFFest) di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.

Bahkan, kata Saut, isu radikalisme itu banyak dari isu korupsi di depannya. Radikal yang dimaksud Saut bisa radikal agama, radikal ideologi bahkan radikal ekonomi.

"Radikal ekonomi umpamanya kalau dia dilakukan tidak adil, kemudian dia lakukan ketidakadilan juga. Kan sesungguhnya agar dunia sadar bahwa korupsi bisa bikin 'kiamat' suatu negara kemudian negara jadi bubar. Negara jadi tidak efisien, tidak efektif, ketidakadilan," ucap Saut.

Karenanya, melalui peringatan Hakordia 2019 ini, KPK mengajak semua pihak untuk sama-sama memberantas korupsi bahkan bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana.

"Saya bilang kalau SIM (Surat Izin Mengemudi) tidak lulus jangan nyogok sampai kapan pun. Jangan melanggar lalu lintas, jangan buang sampah sembarangan, mahasiswa jangan buat titip absen. Jadi, kita harus lihat dari yang sederhana," kata Saut.

Rencananya, puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 akan digelar di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Senin 9 Desember 2019.

Adapun tema yang diambil untuk Hakordia 2019 adalah "Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju".