Target Pariwisata Peringkat 30 Dunia, Perlu Keterlibatan Sektor Swasta dan Masyarakat

Kamis, 11 April 2019 – 22:00 WIB

(foto:kanal wisata)

(foto:kanal wisata)

JAKARTA, REQNews - Indonesia menargetkan sektor pariwisatanya berada pada peringkat ke-30 dunia pada tahun 2019 ini. 

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra, pilar keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability) harus ditingkatkan, sehingga perlu ada keterlibatan sektor publik, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan environmental sustainability. Apalagi sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan sudah menjadi isu global. 

“Indonesia sangat peduli terhadap pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan. Prinsipnya adalah 3P, yakni People, Planet, Prosperity, atau pemberdayaan masyarakat, kelestarian alam, dan peningkatan kesejahteraan. Untuk mewujudkan Indonesia menjadi destinasi wisata berkelanjutan kelas dunia, harus melibatkan semua pihak, termasuk wisatawan yang berkunjung,” kata Sutan dalam rilisnya seperti dikutip dari Parlementaria, Rabu (10/4/2019). 

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut menyatakan, wisatawan diharapkan tidak sekedar berkunjung ke destinasi pariwisata Indonesia, tapi juga terlibat menjaga lingkungan dan budayanya. Generasi muda juga harus menjadi penggerak semangat demi mewujudkan Indonesia menjadi destinasi wisata berkelanjutan dunia. 

Sementara di tengah maraknya pengembangan pariwisata era 4.0 atau pariwisata generasi digital, Sutan berharap sektor pariwisata Indonesia dapat tumbuh dengan mengadopsi kebutuhan digitalisasi pemasaran wisata. Selain itu, ke depannya diharapkan terbangun ekosistem pelaku usaha yang memiliki kapasitas usaha wisata dengan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan jejaring bisnisnya. 

“Pemasaran wisata sangat terbantu dengan aplikasi- aplikasi e-commerce, baik itu situs perjalanan, belanja dan lainnya. Kini orang pesan hotel itu sudah bisa di e-commerce, lihat kondisi kamar, harga serta testimoni tamu sebelumnya terhadap layanan. Sehingga jika ada hotel yang belum bisa melakukan ini tentu suatu kemunduran di era digital sekarang,” tandas legislator dapil Jambi itu. (nls)