Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Di Desa Sade Lombok Tengah Ada Tradisi Kawin Culik

Minggu, 14 April 2019 – 13:30 WIB

Foto : Kemenpar

Foto : Kemenpar

JAKARTA, REQnews - Familirization Trip 2019 Travel Agent of Perth melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi desa tradisional yang terkenal di Lombok, tepatnya di daerah Rembitan, Pujut, Lombok Tengah yaitu Desa Sade pada Sabtu (13/4/2019). Desa yang masih menyimpan adat istiadat dan kebudayaan suku asli pulau Lombok ini, sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk memahami tradisi dan kebiasaan unik mereka yang masih sangat tradisional menggunakan metode interaksi langsung dengan penduduk setempat.

Desa yang memiliki luas sekitar 5,5 hektar ini bisa diakses sangat cukup mudah, karena terletak sekitar 8 km dari Bandara International Lombok atau sekitar 30 menit. Jumlah Penduduk di Desa Sade ini sekitar 700 orang yang dihuni suku Sasak dan semua penduduk-nya masih satu garis keturunan. Setiap satu keluarga menempati satu bangunan rumah dan hanya terdapat sekitar 150 rumah saja.

Ada beberapa hal yang unik di desa sade ini, Pertama bangunannya yang unik karena rumah yang ada di desa ini masih sangat tradisional. Selain rumah, mesjid, lumbung padi serta tempat pertemuan juga memiliki gaya arsitektur yang unik. Anyaman bambu digunakan sebagai tembok bangunan, kayu digunakan sebagai tiang, serta alang-alang kering digunakan sebagai atapnya. Uniknya, bangunan dengan ciri khas arsitektur suku Sasak ini akan terasa hangat saat musim dingin. Sebaliknya, ia akan terasa dingin di musim panas.

Kedua hasil kerajinan yang sangat unik. Di Desa Sade, wisatawan juga bisa belajar menenun kain kepada masyarakat setempat. Menenun kain merupakan pekerjaan perempuan suku Sasak. Semua perempuan di desa ini wajib bisa menenun kain. Jika tidak bisa menenun kain saat sudah cukup umur, maka belum diperbolehkan menikah. Kain songket adalah produk kain tenun khas suku Sasak di Desa Sade ini.

Ketiga yaitu Tradisi Kawin Culik, adat kawin culik ini dimaksudkan apabila seorang laki-laki menyukai seorang perempuan suku Sasak dan di antara kedua pihak saling mencintai serta bersedia untuk menikah, maka laki-laki berhak membawa lari si perempuan tersebut dan dibawa ke tempat kerabat laki-laki dan diinapkan di rumah kerabatnya. Besok harinya, si laki-laki dan pihak keluarganya akan melamar gadis yang dibawanya untuk dinikahi. Pada umumnya laki-laki di desa ini diharuskan untuk menikahi perempuan dari suku Sasak juga.(*)