Kisah Sopir Bus yang Berani Menantang Maut di Pegunungan Andes Peru

Sabtu, 14 Desember 2019 – 21:30 WIB

Sang Sopir pemberani, Glorious Albanieda (BBC)

Sang Sopir pemberani, Glorious Albanieda (BBC)

CHACHABAMBA, REQnews – Namanya Glorious Albanieda. Seorang supir bus yang saban hari melintasi salah satu jalanan berbahaya di dunia yang terletak di bagian selatan Peru, tepatnya di kawasan Pegunungan Andes.

Mengutip pemberitaan BBC, Jumat 13 Desember 2019, salah satu rute yang terjal dan sudah banyak makan korban jiwa itu adalah dari Desa Chachabamba ke Kota Lima (ibu kota negara Peru).

Panjangnya ratusan kilometer (km), medan perjalanannya sangat mencekam. Berkelak-kelok, tikungan tajam, dan pinggirnya adalah jurang. Salah sedikit, bisa celaka!

Namun hal itu, bukan masalah bagi Glorious. Semua rintangan itu, mampu ia lewati dengan gampang. Maka bagi masyarakat Desa Chachabamba, Glorious Albanieda adalah pahlawan.

Ia menceritakan bahwa ia sudah menjadi supir bus selama puluhan tahun. Bahkan dari umur 14 tahun, dia sudah lancar membawa truk melintasi Pegunungan Andes.

"Untuk melintasi Pegunungan Andes, kamu butuh ketenangan dan keberanian. Ya, itu sedikit sulit," katanya.

Asal tahu saja, banyak bus dari desa di bagian selatan Peru yang melintasi Pegunungan Andes. Bus-bus yang membawa penumpang, untuk mengadu nasib di ibu kota atau menjual hasil bumi.

Maka jangan heran kalau kecelakaan bus di Pegunungan Andes kerap kali terjadi. Bahkan rata-rata, puluhan orang tewas di Pegunungan Andes karena bus yang ditumpangi masuk jurang.

"Ada pemakaman di pinggiran jalan. Itu selalu mengingatkan kita supir bus dalam berkendara," ujar Glorious.

Ketika turun dari puncak pegunungan ke lembah, jangan harap medannya lebih mudah. Justru di wilayah lembah, medannya makin sulit. Namun hal itu selalu dilewati Glorious dengan mudah.

"Terimakasih Tuhan selalu melindungi saya sejauh ini," katanya bersyukur.

Sepanjang medan tersebut, sesekali bus harus melewati celah tebing. Jurang yang terlihat di sisi jalan pun lebih tajam, dibanding jurang di atas puncak pegunungan.

Saat di lembah, kata Glorious, sopir harus makin fokus dan wasoada karena sisi jalan dikelilingi bebatuan tebing. Kalau sampai menabrak bebatuan pun juga berbahaya karena bisa membuat bus tidak stabil.

 "Bagi kami orang Peru, lebih baik datang telat di dunia ini dibanding datang lebih cepat di kehidupan sesudah mati," papar Glorious.

Hingga kini, Glorious tetap melintasi Pegunungan Andes dengan penuh ketenangan dan kesabaran. Semua penumpang pun tidur selama perjalanan bus. Tujuannnya hanya satu, sampai tempat tujuan dengan selamat. (Binsasi)