Kisah Ketua MA Baru, Muhammad Syarifuddin! Putra Asli Baturaja

Senin, 06 April 2020 – 16:02 WIB

 Muhammad Syarifuddin (Foto:Istimewa)

Muhammad Syarifuddin (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Perjalanan karir Muhammad Syarifuddin tergolong cepat dan cemerlang. Kini pria kelahiran Baturaja 17 Oktober 1954 ini terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025. Dalam pemilihan pada Senin 6 April 2020.

Doktor lulusan Universitas Parahiyangan ini memulai karirnya sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada 1981. Lalu ditempatkan sebagai hakim di PN Kutacane sejak 1984. Setelah tujuh tahun dia dimutasi ke PN Lubuk Linggau sampai dengan 1995.

Kariernya makin naik dengan diangkat sebagai Wakil Ketua PN Muara Bulian, Jambi. Kemudian naik menjadi Ketua PN Padang Pariaman dan akhirnya pulang ke kampung halaman sebagai Ketua PN Baturaja pada 1999.

Rekam jejaknya membawa dia masuk Ibu Kota Jakarta. Syarifuddin dipercaya sebagai hakim di PN Jakarta Selatan. Hanya berselang dua tahun, ia mendapat promosi sebagai Wakil Ketua PN Bandung periode 2005-2006 dan kemudian menjadi Ketua PN Bandung pada 2006.

Kariernya terus meroket. Pada Dia kemudian ditunjuk sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Palembang. Setelah itu, dia enam tahun menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan (Bawas) MA. Syarifuddin juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA ketika masih menjabat Kepala Bawas MA.

Setelah itu, Komisi III DPR menetapkannya menjadi hakim agung bersama tujuh kolega lainnya pada 23 Januari 2013. Ketua MA pun melantik Syarifuddin menjadi hakim agung pada 11 Maret 2013.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 28 Mei 2015 dia diangkat sebagai Ketua Kamar Pengawasan MA. Berselang satu tahun berikutnya, melalui proses pemilihan demokratis di MA, dia resmi menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.