Profil Kombes Nazirwan Adji Wibowo, Perwira yang Lolos Seleksi Direktur Penyelidikan KPK  

Rabu, 08 April 2020 – 14:35 WIB

Kombes Nazirwan Adji Wibowo (infopublik.id)

Kombes Nazirwan Adji Wibowo (infopublik.id)

JAKARTA, REQnews – Nama Kombes Nazirwan Adji Wibowo masuk dalam daftar yang lolos seleksi kursi Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sosok yang kini menjabat Widyaiswara Muda Sespimti Polri ini, lolos bersama Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Endar Priantoro.

Namun keduanya masih harus bertarung dengan dua calon yang berasal dari penyidik internal, yakni Iguh Sipurba dan Afief Yulian Miftach.

Nah bicara soal sosok Nazirwan Adji Wibowo. Tentu yang diingat adalah kebaikannya terhadap bawahan maupun stafnya. Maka tak heran, ia disayang dan dicintai oleh orang orang yang pernah dipimpinnya.

Sebelum menjabat sebagai Widyaiswara Muda Sespimti Polri, Adji pernah menjabat sebagai Kepala Biro (Karo) SDM Polda Jatim selama kurang lebih 10 bulan.

Adji, panggilan akrab anak kedua dari empat bersaudara ini, juga termasuk sosok polisi yang sangat mengedepankan disiplin serta pembinaan rohani dan mental, guna menciptakan SDM polri yang unggul.

"Kita mau unggul dari alat secanggih apapun kalau yang memegang alat itu mental dan kepribadian yang nggak bagus, lebih berbahaya," ujarnya dalam wawancara dengan RRI Surabaya, Awal  Januari 2020.

Namun, siapa sangka, jika menjadi seorang polisi, bukanlah cita cita Adji awal mulannya. Dia bercerita, saat itu dirinya ingin menjadi bagian dari prajurit TNI Angkatan Udara.

"Dulu (inginnya) Angkatan Udara. Bapak saya Angkatan Darat saya kepengen jadi Angkatan Udara," katanya.

Top Gun, film Amerika yang tayang pada tahun 1986 itulah, yang menjadi inspirasi dan juga motivasi Kombes Pol Adji untuk keukeuh memilih AU saat tes dulu.

"Inspirasi banget tuh film Top Gun. Itu jadi ini cocok banget ini jadi kita punya cita-cita seperti itu tapi ya itu tadi, ternyata kerennya cuman pas di atas langit aja, begitu turun lebih keren jadi polisi," akunya sembari tertawa.

Adji merasa bahwa takdir yang membawanya menjadi seorang perwira polisi, membuatnya merasa berlimpah keberuntungan. Menurutnya, pilihan yang diberikan takdir lebih baik.

"Tapi waktu itu kan tesnya masih belum bisa milih ya, ternyata mungkin hasil psikologi mungkin berapa kecondongan saya lebih ke polisi, dan ternyata saya bersyukur betul sekali itu antara keinginan dengan takdir lebih benar takdirnya," paparnya.

Adji merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Kakak pertamanya juga memilih menjadi prajurit abdi negara, yakni Angkatan Darat. Sedangkan anak ketiga adalah adik perempuannya merupakan seorang dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM), sedangkan anak bungsu atau adik laki lakinya yang paling bontot, memilih menjadi wiraswasta. (Binsasi)