Lorena Bobbit, Advokat yang Potong 'Pisang Hidup' Suaminya Sendiri

Minggu, 28 Juni 2020 – 18:02 WIB

Lorena Bobbit, Advokat yang Potong 'Pisang Hidup' Suaminya Sendiri

Lorena Bobbit, Advokat yang Potong 'Pisang Hidup' Suaminya Sendiri

JAKARTA, REQnews – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi perbincangan internasional pada 23 Juni 1993. Yakni advokat Lorenna Bobbit yang mengalami masa lalu pahit bersama suaminya yang menyebabkan rumah tangganya hancur.

Kisah cinta mereka berdua bermula dari klub malam, Lorena tidak sengaja bertemu dengan John Wayne Bobbit yang saat itu masih berprofesi sebagai tentara Amerika Serikat. Pertemuan pertama itu membuat hati Lorena berdebar, ia mengaku John merupakan cinta pertamanya.  

Hubungan mereka berlanjut hingga ke pernikahan di tahun 1989. Selama menjalin hubungan dengan John, pacarnya itu selalu memberikan kesan hangat dan mereka terlihat cocok saat mengobrol.

Saat memilih untuk menikah, usia mereka terbilang masih muda. John 22 tahun dan Lorena 20 tahun. Beberapa minggu setelah pernikahan, Lorenna merasa ada yang janggal dengan perilaku suaminya.

John kerap berani main tangan, dan memukul beberapa kali. Pertengkaran mulai sering muncul saat John menyuruhnya melakukan aborsi.

elas sebagai calon ibu Lorena tidak setuju, tapi suaminya terus memaksa. Akhirnya aborsi dilakukan dengan berat hati.

Tahun 1991 perekonomian rumah tangga mulai terpuruk karena John telah keluar dari tentara AS. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengandalkan penghasilan Lorena sebagai pekerja di salon kecantikan.

Bahkan John pernah memaksanya mencuri uang majikannya sendiri, beruntung tidak dilaporkan ke polisi. Musibah pun terjadi saat pukul dini hari, di tengah rasa ngantuknya Lorena mendapati John baru pulang dalam keadaan mabuk. Tiba-tiba suaminya itu langsung menyerangnya, yang kemudian dianggap Lorena sebagai pemerkosaan.

Ketika John dalam keadaan lelap, Lorena langsung mengambil pisau dan memotong organ intim suaminya. Ia melarikan diri dan membuang organ intim itu ke semak-semak yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah sampai di rumah temannya, Lorena menghubungi polisi untuk memberitahu letak organ itu dibuang. Kasus tersebut menjadi berita nomer satu di dunia mengenai KDRT. Lorena ditangkap dan dituntut 20 tahun penjara.

Namun pengadilan menyatakan Lorena tidak bersalah. Hakim pun membebaskan Lorena dengan syarat wanita tersebut menjalankan perawatan psikiatrik di rumah sakit jiwa, setelah itu baru dinyatakan bebas. Sedangkan kondisi suaminya mulai membaik dengan pemasangan kembali organ intimnya.

Selepas kejadian itu, Lorena fokus menjadi pengacara untuk kasus KDRT. Pada tahun 2007 ia mendirikan Lorena Gallo Foundation, suatu organisasi untuk membantu korban KDRT dan anak-anak. Meski ia sudah bangkit dari keterpurukan berumah tangga, Lorena mengaku meyesal telah melukai suaminya sendiri.