Kapolda Jatim Fadil Imran yang Usir Kapolsek Gubeng, Ternyata Seorang Reserse Ulung

Sabtu, 23 Mei 2020 – 13:30 WIB

Kapolda Jatim Fadil Imran yang Usir Kapolsek Gubeng, Ternyata Seorang Reserse Ulung

Kapolda Jatim Fadil Imran yang Usir Kapolsek Gubeng, Ternyata Seorang Reserse Ulung

JAKARTA, REQnews - Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran menjadi sorotan setelah mengusir Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono secara tegas dari ruang rapat koordinasi Jumat 22 Mei 2020.

Fadil Imran sebenarnya adalah sosok yang kenyang pengalaman dalam dunia kepolisian, terutama di bidang reserse. Alumni Akademi Polisi (Akpol) pada tahun 1991 ini diketahui pernah menduduki beberapa jabatan penting di Polri.

Mulai dari Polres KP3 Tanjung Priok, Polres Kepulauan Riau, Polres Metro Jakarta, Polda Metro, hingga Mabes Polri.

Ia terbukti mencatatkan keberhasilan dalam mengungkap berbagai kasus besar. Seperti kasus mutilasi yang mengguncang ibukota beberapa tahun lalu. Fadil dipercaya menjabat Kapolres KP3 Tanjung Priok, Jakarta pada tahun 2008.

Di tahun yang sama, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan pada 14 Agustus 1968 lalu ini pernah menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Di tengah aktivitas yang nyaris menyita waktunya sebagai perwira Polri, Fadil Imran saat berpangkat Komisaris besar (Kombes) telah berhasil meraih gelar Doktor Kriminologi dari Universitas Indonesia (UI). 

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2009, ia menjabat Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya.

Setelah tiga tahun menjabat, pada tahun 2011, Imran dimutasi untuk menduduki jabatan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri.

Masih pada tahun yang sama, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri. Lalu, dua tahun kemudian, pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakbar.

Pada 2015, ia dipindah untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, pada tahun 2016, ia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Imran berhasil membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn, dan berhasil membekuk satu orang pelaku, berjenis kelamin wanita berinisial P (31).

Masih pada tahun yang sama, ia bergeser untuk menjabat sebagai Wakil Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017) dan berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018 silam.

Dan pada tahun 2019, Imran menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga tahun 2020, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kapolda Jatim. (Bins)1x3: