Kisah Ibrahim Sjarief Assegaf, Pengacara Penakluk Hati Najwa Shihab

Minggu, 31 Mei 2020 – 08:33 WIB

Kisah Ibrahim Sjarief Assegaf, Pengacara Penakluk Hati Najwa Shihab

Kisah Ibrahim Sjarief Assegaf, Pengacara Penakluk Hati Najwa Shihab

JAKARTA, REQnews – Pengacara Ibrahim Sjarief Assegaf pernah diamcam agar segera menyelesaikan skripsinya.

Bukan sembarang orang yang mengancamnya, melainkan mantan Menteri Agama RI Muhammad Quaraish Shihab yang kemudian menjadi mertuanya. Akhirnya ia berhasil mendapat gelar sarjana hukum.

Asia Business Law Journal 2020 mencatat, pria yang karib disapa Baim ini masuk dalam 100 pengacara terbaik di Indonesia. Keberhasilannya itu akan berbeda jika ia tidak menyelesaikan skripsi dengan cepat saat itu.

Rupanya ancaman dari Quraish Shihab mampu membangkitkan semangatnya kembali melanjutkan skripsi.

Baim diancam Quraish Shihab segera menyelesaikan skripsi kuliah agar dapat meminang anaknya Najwa Shihab. Saat itu umur Najwa masih 19 tahun, sedangkan Baim sudah berusia 25 tahun. Perbedaan usia mereka berjarak 6 tahun.

Sambil menunggu Baim lulus dari skripsinya, Najwa bersama keluarga memutuskan untuk umrah, memantapkan hati dengan shalat istikharah supaya keputusan yang diambil tepat.

Sepulangnya dari umrah Najwa kembali meyakinkan hati.

“Iya udah mantep, oke bismillah,” katanya. Kemudian mereka menikah saat Najwa berumur 20 tahun. Kedua orang tua Baim maupun Najwa rupanya sudah saling mengenal.

Ayah Baim memiliki peran penting memperkenalkan sosok Najwa padanya.

Kemudian mereka berdua bertemu, Baim merasa cocok dan memutuskan untuk serius dengan Najwa.

Selain penyabar, dimata Najwa suaminya itu juga jago memasak. Hampir setiap hari Baim yang masak untuk keluarga kecilnya.

Buah dari pernikahan, mereka dikaruniai anak laki - laki bernama Izzat Ibrahim Assegaf.

Walaupun sibuk dengan profesinya sebagai pengacara, dalam beberapa kesempatan Baim mengajak keluarga kecilnya itu quality time jalan-jalan ke luar negeri.

Meski sama-sama mengambil Fakultas Hukum di Universitas Indonesia, tapi hati Najwa sudah terlanjur jatuh cinta dengan dunia jurnalistik.

Sedangkan Baim mengambil profesi pengacara dengan melanjutkan sekolah di Universitas Melbourne, Australia tahun 2009.

Sudah banyak prestasi yang Baim miliki, diantaranya Chambers and Partners Asia Pacific – “Band 3” in Baking and Finance (2017-2018), Legal500 Asia Pacific recognized him in Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency and Aviation (2017-2018), dan 100 pengacara terbaik di Indonesia tahun 2020.

Saat ini ia bergabung dalam firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP) dan bagian anggota senior dalam praktik perbankan dan keuangan domestik maupun internasional, peminjam / perusahaan proyek dan sponsor pada sindikasi perusahaan dan pemerintah dan pembiayaan bilateral, pembiayaan proyek, dan proyek infrastruktur. (Anita/Bins)