Chandra Hamzah, Eks Komisioner KPK yang Pernah Masuk Penjara

Sabtu, 06 Juni 2020 – 15:01 WIB

Perjalanan Karier Chandra Hamzah, Eks Komisioner KPK yang Pernah Masuk Penjara

Perjalanan Karier Chandra Hamzah, Eks Komisioner KPK yang Pernah Masuk Penjara

JAKARTA, REQnews – Pengacara Chandra Marta Hamzah, kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sebelumnya ia juga berpengalaman di Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan pernah sampai merasakan dinginnya rumah tahanan.

Tapi tidak banyak yang tahu bahwa Chandra kecil suka membaca buku sejarah dunia. Baginya ada sesuatu energi tersendiri yang menarik perhatiannya. Tapi ia tidak bisa memungkiri bahwa bacaannya itu dipengaruhi oleh koleksi – koleksi buku milik orang tuanya. Selain sejarah, saat kecil ia juga mulai menyukai membaca buku tentang politik dan hukum.

Chandra adalah salah satu iluni dari Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Ia mengambil hukum karena mengikuti jejak ayahnya yang berprofesi sebagai pengacara, dan ibunya bekerja sebagai guru.

Pria kelahiran 25 Februari 1967 itu setelah lulus dari UI bergabung dengan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) sebagai pengelola. Tidak lama kemudian, ia bergabung dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertugas sebagai Asisten Pembela Umum. Semenjak menjadi bagian YLBHI, karier Chandra mulai terlihat.

Ia berusaha semaksimal mungkin melakuan pekerjaan yang terbaik di sana. Berbagai ilmu hukum ia dapatkan di YLBHI sekaligus mengasah diri sebagai pengacara profesional. Pada tahun 2001 firma hukum Assegaf Hamzah and Partners mulai terbentuk, enam tahun kemudian Chandra dapat kabar telah dibuka pemilihan komisioner KPK.

“Salah satu syarat menjadi pimpinan KPK adalah 40 tahun. Di tahun 2007 usia saya 40, teman- teman bilang ‘ini Anda harus ikut’ dan kemudian akhirnya saya mendaftar,” kata Chandra di channel Youtube, Chandra Hamzah Untuk Iluni UI.

Menurutnya, pengalaman hidup yang paling berkesan adalah saat menjabat di KPK. Saat itu ia bersama Bibit Samad Rianto terlibat dalam kasus penyalagunaan wewenang. Mereka sempat merasakan dinginnya rumah tahanan sebelum penahanan mereka ditangguhkan.

“Saya cukup berbekas, sempat juga mengalami menginap beberapa hari di rumah tahanan baik di Jakarta Selatan maupun di Cimanggis, Depok,” katanya.

Walau pernah mendekam di dalam penjara beberapa hari, Chandra tidak pernah kapok untuk melakukan hal yang menurutnya benar. Benar yang dimaksud adalah kebenaran berdasarkan keilmuan, data, dan juga fakta.

Tahun 2019 lalu, ia ditunjuk langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Komisaris Utama BTN. Baginya bukan perjalanan yang mudah bisa menduduki posisi saat ini, semua butuh perjuangan dan kerja keras.

Di tahun ini ia mendapat penghargaan sebagai 100 pengacara terbaik di Indonesia menurut Asian Business Law Journal 2020. Sebelumnya, Chandra juga pernah meraih penghargaan Integritas dari Bank Dunia tahun 2010. (Anita/Bins)