Kisah Hakim Apri Yanti, Atlet Taekwondo yang Vonis Mati Suami-Istri Bandar Narkoba Aceh

Rabu, 01 Juli 2020 – 15:32 WIB

Potret Karir Hakim Apri Yanti, Atlet Taekwondo yang Vonis Mati Suami-Istri Bandar Narkoba Aceh

Potret Karir Hakim Apri Yanti, Atlet Taekwondo yang Vonis Mati Suami-Istri Bandar Narkoba Aceh

JAKARTA, REQnews - Napi Faisal Nur dan juga sang istri, Murziyanti pasti bakal mengenang nama Hakim Apri Yanti seumur hidupnya. Pasalnya, mantan atlet taekwondo tersebut memvonis mati keduanya karena kasus impor 20 kilogram narkoba jenis sabu dari Malaysia ke Aceh.

Kasus ini bermula saat Faisal yang merupakan penghuni Blok C Kamar 10C LP Pekanbaru melakukan transaksi narkoba bersama Murziyanti tahun 2019. Kala itu Murziyani menelepon suaminya yang ada penjara soal rencana penyelundupan sabu dari Malaysia ke Indonesia. Faisal menyetujui rencana istrinya dan diaturlah strategi agar narkotika bisa lolos ke Indonesia.

Apri dan anggota majelis hakim lainnya menyatakan peran Muzriyanti bersifat dominan dan dapat dikategorikan sebagai pelaku utama dan ditambah dengan jumlah barang bukti sabu puluhan kg. Akibat perbuatannya, sabu itu digunakan akan merusak banyak genarasi bangsa Indonesia.

"Majelis hakim berpendapat tuntutan pidana maksimal hukuman mati sudah tepat dijatuhkan kepada Terdakwa, oleh karena itu pembelaan Terdakwa dan Penasihat Hukum Terdakwa agar Terdakwa tidak dijatuhi hukuman mati haruslah dikesampingkan," kata Apri dalam sidang pada 17 Juni lalu.

Ia menilai hal yang memberatkan yaitu perbuatan Muzriyanti sangat bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas Narkotika. Apalagi saat ini Indonesia sedang dalam situasi darurat narkotika yang dapat membahayakan generasi bangsa.

"Keadaan yang meringankan nihil," ujar majelis dengan bulat.

Lalu seperti apa sosok srikandi penegak hukum Apri Yanti? Dia adalah orang nomor 1 di PN Idi, yang dilantik pada 17 Mei 2019. Ibu tiga anak itu lulus tes calon hakim pada 2002 dan ditempatkan tugas pertama kali di Bireuen.

Kala itu, Apri resmi memegang palu di PN Sigli sejak 2005. Kemudian dia dipindahtugaskan ke Jantho, Lhokseumawe dan Wakil Ketua PN Idi sejak 2018. Yang menarik, saat masih duduk bangku SMA, Apri pernah menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kota Banda Aceh pada Porda di Meulaboh tahun 1996.

Ia juga pernah menjadi peserta Pra-PON. Sebelum dilantik menjadi Ketua PN Idi, sebelumnya, Apri Yanti, menjabat sebagai Wakil Ketua di PN Idi, semasa pimpinan Iwan Irawan SH, sejak Maret 2018 lalu.

14 tahun menjalankan tugas negara sebagai hakim, Apri Yanti kerap jauh dari suami karena pindah-pindah tugas. Apri Yanti memiliki suami bernama Bachtiar Hasan SAg MH, merupakan PNS Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh. Dari hasil pernikahannya, mereka memiliki tiga orang anak, dua orang di antaranya sedang menuntut ilmu di dayah berasrama di Aceh Besar, yakni Hafidz Sayyidul Anam (15), dan Faidz Najmul Alam (14).

Sedangkan seorang anak lagi yang masih kecil Yazidz khalilul Akram, ikut bersamanya di Aceh Timur. Kini Apri Yanti, telah menjabat sebagai Ketua PN Idi, artinya tidak hanya peran sebagai istri, dan seorang ibu yang harus dilakoninya, tapi juga sebagai penentu jalannya tugas dan fungsi lembaga PN Idi, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pegawai, agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.