Kisah Kompol Sutiono, Horor Tidur di Makam Hingga Grogi Video Call dengan Kapolri

Sabtu, 11 Juli 2020 – 11:00 WIB

Cerita Kompol Sutiono, Tidur di Makam Hingga Grogi Ditelepon Kapolri

Cerita Kompol Sutiono, Tidur di Makam Hingga Grogi Ditelepon Kapolri

JAKARTA, REQnews - Nama Kompol Sutiono mendadak viral di media sosial. Sebabnya, selama pandemi COVID-19,Kasatintelkam Polresta Malang Kota yang juga Ketua Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota, rela tidur di atas makam selama menjalankan tugasnya.

Kabar itu pun langsung mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun mengucapkan terima kasih secara langsung atas kinerja Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota, Jumat 10 Juli 2020.

Apresiasi itu disampaikan Idham saat video call dengan Kompol Sutiono. Percakapan video call itu berlangsung sekitar 8 menit. 

"Saya ucapkan selamat. Nanti kamu dan tim kamu lapor ke Kapolresta, dari Kapolresta langsung ke Kapolda. Apa yang akan diinginkan, akan difasilitasi dan salam buat teman-teman lain," ujar Idham Azis. 

Tak lupa, Idham juga memberi pesan kepada Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. "Saya sudah mendapat laporan dari Kapolda Jatim. Nanti silahkan didata apa yang akan diberikan reward. Reward nanti akan diberikan melalui Kapolda," ujarnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengucapkan terima kasih atas ucapan yang diberikan Idham Azis. "Kami ucapkan terima kasih atas apressiasi dan perhatian yang diberikan Kapolri yang berkenan komunikasi langsung dengan tim," kata dia.

Mantan Kapolres Batu ini mengungkapkan tim tersebut selalu bekerja secara baik dan solid. Ia pun menceritakan awal terbentuknya tim tersebut. 

Kata dia, tim ini dibentuk untuk memberi pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 kepada anggota dan masyarakat."Dengan semakin banyaknya yang perlu dimakamkan, tim juga ikut membantu memakamkan. Selama ini anggota tim selalu bekerja ikhlas tanpa meninggalkan tugas pokoknya dan tanpa minta apapun," kata Leo.

Sementara itu, Kompol Sutiono terkejut mendapatkan apresiasi dari Kapolri Idham Azis. "Saya grogi dan tidak menyangka apa yang saya dan tim lakukan mendapat apresiasi dari Kapolri. Kami tidak pernah berpikir akan mendapat apresiasi, " ujarnya. 

"Saya dan tim selalu bekerja dengan ikhlas. Pokoknya masyarakat membutuhkan, kami siap membantu," kata Sutiono.

Diakuinya, sejak awal pandemi Maret 2020 hingga kini, dia bersama kelima petugas lainnya menjadi relawan pemulasaran jenazah COVID-19 dari unsur kepolisian. Mulanya dia sendiri, relawan dari unsur kepolisian, bergabung dengan relawan lain di Public Safety Center (PSC) 119 Malang.

"Awalnya saya sendiri. Sampai hari ini, saya sudah membantu memulasarakan sekitar 70 jenazah positif COVID-19 di Kota Malang,'' kata dia. 

Mulai menjemput jenazah, mengurus perizinan keluarga hingga menguburkan jadi rutinitas Sutiono. Tentu saja, prosedur penguburan jenazah COVID-19 lebih menguras waktu dan tenaga.

Dalam sehari saja ada sekitar 2-5 jenazah COVID-19 yang harus dimakamkan maksimal 4 jam setelah kematian. Belum lagi, mereka harus berjibaku menempuh medan lokasi kuburan yang sulit. Alhasil, tidur di kuburan pun jadi.

''Kondisi capek tetap harus tidur. Menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga. Balik ke kantor juga tidak mungkin karena masih harus bersiaga. Makanya mumpung ada waktu kami istirahat, tidur dimana saja. Di jalan, di lokasi pemakaman juga pernah,'' kata dia. 

Sebelumnya, seluruh anggota Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota juga mendapat apresiasi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.