Profil Rumiah Kartoredjo, Perempuan Pertama yang Jadi Kapolda di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2020 – 12:30 WIB

Kisah Hidup Rumiah Kartoredjo, Perempuan Pertama yang Jadi Kapolda di Indonesia

Kisah Hidup Rumiah Kartoredjo, Perempuan Pertama yang Jadi Kapolda di Indonesia

JAKARTA, REQnews - Memiliki prinsip keseimbangan dan kerja keras mengantarkan Rumiah Kartoredjo ke pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Ya, dia adalah perempuan pertama yang menjadi Kapolda di Indonesia, pada tahun 2008.

Kisah perempuan berpangkat terakhir Brigjen ini pun menarik diceritakan kembali untuk mengingatkan kerja keras dan jiwa pantang menyerahnya. Mengutip pelbagai sumber, jenderal kelahiran Tulungagung, 19 Maret 1952 ini bukanlah lulusan Akademi Polisi atau AKABRI.

Ia mengawali perkenalannya dengan Polri sejak masuk wajib militer sukarela (Wamilsuk) di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) tahun 1978 yang kini berganti nama Universitas Negeri Surabaya.

Ayahnya, Kartoredjo mendukung penuh keputusan anak perempuannya masuk wajib militer. Wajar, Kartoredjo merupakan mantan polisi zaman Belanda yang mandor di Pabrik Gula Mojoagung.

Dukungan senada juga didapatnya dari sang kakak yang merupakan Marinir dan adiknya yang juga perwira di TNI AD. Hal itu semakin memotivasinya untuk menjadi pengayom dan pelindung negara.

Kebulatan tekadnya itu terbukti dengan melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri tahun 1990. Ia rela meninggalkan sebutan ‘atlet softball’ Indonesia demi meraih mimpinya menjadi Polisi.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1995, dan Sekolah Staf Perwira Tinggi (Sespati) Polri tahun 2003. Rumiah membangun kariernya dari nol, ia pernah menjadi Komandan Peleton (Danton), Kepala Sekolah Polisi Wanita (Polwan), dan Sekekretaris Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Seslemdiklat) Polri.

Dan tiba saatnya, nasib Rumiah berubah mendapat telepon pada malam hari dari seorang pria. Telepon itu mengabarkan bahwa dirinya ditunjuk untuk menduduki jabatan Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Banten. Saat itu dirinya masih menjabat Sekretaris Lembaga Pendidikan Polri (Seslemdikpol).

Pengangkatannya sebagai Kapolda Banten sudah direncanakan oleh Jenderal Pol Sutanto melalui Surat Telegram Rahasia (STR). Ia dilantik sebagai Kapolda pada 23 Januari 2008. Saat itu ia resmi mendapat bintang satu di pundaknya dan siap mengemban tugas baru di kota dengan julukan ‘Seribu Kiai dan Sejuta Santri’.

Meskipun telah mengemban amanah yang berat sebagai Kapolda Banten, Rumiah tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri juga ibu di keluarganya. Ibu dari Yudi Sulistiyanto dan Surya Swi Adji Gemilang itu, selalu menyempatkan diri membuat makanan enak untuk bekal kedua anaknya berangkat sekolah.

Perannya sebagai Kapolda Banten telah memberi banyak inspirasi bagi para Polwan yang lain. Bahwa semua mimpi bisa diwujudkan dengan bekerja keras dan pantang menyerah. Terakhir yang terpenting, seorang Polwan harus mempunyai keseimbangan antara bekerja dan kewajiban.

Sebelum dilantik menjadi Kepala Polda Banten, Rumiah menduduki sejumlah posisi penting di kepolisian. Dia antara lain pernah menjadi Komandan Peleton (Danton) Seba Polisi Wanita (Polwan), Kepala Sekolah Polwan (1999), kemudian Sekretaris Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Seslemdiklat) Polri. Hingga kini, Rumiah meraih sedikitnya lima tanda jasa, yakni Satya Lencana Kesetiaan, 8 Tahun, Karya Bakti, Dwidya Sistha, Kesetiaan 16 Tahun, dan Bintang Bhayangkara Naraya.

Berikut riwayat pendidikan dan karir Brigjen Pol Purn Rumiah Kartoredjo

PENDIDIKAN
Sekolah Tinggi Olah Raga (STO/IKIP), Surabaya (sekarang Unesa)
Sekolah Perwira Militer Sukarelawan (Sepa Milsukwan) ABRI tahun 1978
Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1995
Sekolah Staf Perwira Tinggi (Sespati) Polri pada 2003

KARIR
1999 Waka Sepolwan kemudian menjadi Kasepolwan
2004 Kabid Produk Divisi Humas Mabes Polri
2006 Sekretaris Lemdiklat Polri
2008 Kapolda Banten

PENGHARGAAN
Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun,
Karya Bakti,
Dwidya Sistha,
Kesetiaan 16 Tahun,
Bintang Bhayangkara Naraya.