Kisah Brigjen Zainal Arifin, Diberondong Peluru hingga Jadi Bakal Cagub Kaltara

Rabu, 29 Juli 2020 – 17:00 WIB

Profil Brigjen Zainal Arifin, Bakal Cagub Kaltara yang Pernah Diberondong Peluru

Profil Brigjen Zainal Arifin, Bakal Cagub Kaltara yang Pernah Diberondong Peluru

JAKARTA, REQnews - Fenomena perwira tinggi polisi yang masuk politik menjelang pensiun kembali terjadi. Dia adalah Brigadir Jenderal Zainal Arifin Paliwang yang berencana mengundurkan diri alias pensiun dini untuk maju di Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2020.

Saat ini, Zainal masih berdinas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Badan Reserse Kriminal Polri. Asal tahu saja, ia baru mendapatkan pangkat jenderal bintang satunya pada Februari lalu.

Kenaikan pangkat itu bertepatan dengan mutasinya ke Bareskrim Mabes Polri. Sebelumnya, ia berpangkat Komisaris Besar dan menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.

Sementara untuk aturan pengunduran diri anggota Polri diatur dalam Pasal 7 poin t Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi UU.

Poin itu menyebutkan calon gubernur-calon wakil gubernur, calon bupati-calon wakil bupati, dan calon wali kota-calon wakil wali kota, menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil serta Kepala Desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan.

Profil Zainal

Sebelum menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II di Bareskrim Mabes Polri sejak Februari 2020 lalu, Zainal dikenal sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kaltara sejak Polda itu dibentuk pada 2018.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Polisi Air Baharkam Polri (Ditpolair) Polda Riau. Pria kelahiran Desember 1962 ini akan memasuki masa pensiun pada Desember 2020. Sesuai aturan perundangan, usia pensiun polisi adalah 58 tahun.

Sebenarnya, sejak tahun lalu, nama Zainal sudah cukup ramai disebut-sebut bakal jadi calon yang akan maju di Pilkada. Sejak menjabat Wakapolda Kaltara, sudah menyatakan bersedia maju jika masyarakat menginginkannya.

Zainal menyatakan siap mundur sebagai anggota polisi dan mengajukan pensiun dini. "Kalau banyak masyarakat yang inginkan saya maju (Pilgub), maka saya pensiun," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Kamis 14 November 2019.

Menikahi Hj. Rahmawati, Zainal dikaruniai 3 orang anak. Yakni Nofandi yang saat ini tercatat sebagai Anggota Polri di Samarinda, Raspidandi yang merupakan pengusaha, dan paling bungsu adalah Zarah yang masih kuliah di Binus BSD Tangerang Banten.

Alumni Akademi Kepolisian tahun lulus 1986 ini pernah beberapa kali bertugas di daerah seperti Sulawesi, Jogjakarta, Jawa Barat, NTB, Bali, Riau dan Aceh. Ia pun punya pengalaman menarik saat dinas Aceh, ketika masih dalam kondisi konflik hingga menjelang referendum.

Cerita menariknya adalah dirinya harus menghadapi berbagai karakter penduduk lokal yang menginginkan kemerdekaan, lalu dihadapkan dengan gesekan dengan aparat. Bahkan, sempat beberapa kali suasana mencekam dan diberondong dengan peluru dan lainnya.