Profil Otto Hasibuan, Pengacara Djoko Tjandra Pengganti Anita Kolopaking

Minggu, 02 Agustus 2020 – 09:30 WIB

Profil Otto Hasibuan, Pengacara Djoko Tjandra Pengganti Anita Kolopaking

Profil Otto Hasibuan, Pengacara Djoko Tjandra Pengganti Anita Kolopaking

JAKARTA, REQnews - Pengacara kondang Otto Hasibuan ditunjuk sebagai kuasa hukum terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Hal ini diakui  Otto Hasibuan kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Sabtu 1 Agustus 2020.

Namun hal itu belum diputuskannya. Karena Otto harus menemui dahulu Djoko Tjandra. "Jadi saya diminta oleh keluarga untuk membantu Djoko Tjandra. Pertama saya harus menanyakan dulu kepada beliau apakah ada pengacara lainnya masih terikat dengan dia atau tidak itu kan pada etika," katanya.

Dari pihak keluarga, kata Otto, Djoko Tjandra belum memiliki kuasa hukum. Sementara mengenai Anita Kolopaking yang diketahui sebagai pengacara Djoko Tjandra, pihak keluarga mengatakan hal itu untuk kasus lain. 

Menurut Otto, dia ingin bertanya banyak hal kepada Djoko. Otto ingin mempelajari kasusnya terlebih dahulu, dan bantuan hukum apa yang diperlukan Djoko Tjandra.

Rencananya pada Senin 3 Agustus 2020 mendatang Otto akan kembali untuk bertemu Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Mabes Polri.

Selain ingin bertemu Djoko Tjandra, Otto juga mengungkapkan ingin bertemu dengan Jaksa Agung untuk mengklarifikasi amar putusan yang dikenakan kepada terpidana tersebut.

"Karena saya membaca di putusan Djoko Tjandra, di sana tidak ada perintah agar Pak Djoko ditahan. Isinya hanya mengatakan, salah satunya menghukum dia dua tahun penjara, membayar sejumlah uang."

"Tapikan di dalam KUHAP itu harus ada kata-kata perintah ditahan. Ternyata kata-kata perintah ditahan ini tidak ada," katanya. 

Profil Otto Hasibuan

Advokat senior ini lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 5 Mei 1959. Ia dikenal karena menjadi salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap Mirna yang dikenal dengan kopi beracun sianida pada 2016.

Selain Jessica, Otto juga pernah menjadi salah satu kuasa kasus dugaan korupsi E-KTP Ketua DPR RI Setya Novanto pada 2017.

Dalam perjalanan hidupnya, Otto dikenal sangat aktif dalam dunia organisasi sejak ia masih kecil. Sewaktu di bangku sekolah dasar, ia menjadi ketua Persatuan Olah Raga Sepeda.

Kemudian di SMP, Otto menjadi pendiri bagi berdirinya perkumpulan sepakbola untuk mengatur jadwal pertandingan dan manajerial klub. Sementara, di bangku SMA, ia aktif di OSIS. 

Lulus SMA, Otto memilih melanjutkan studinya di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia kemudian meneruskan pendidikan mengambil studi Comparative Law di University Technology of Sydney, Australia.

Kemudian ia menyelesaikan program doktoralnya di UGM. Otto kemudian aktif sebagai pengacara profesional dan juga tetap berkecimpung dalam organisasi advokat.

Ia mendaftar sebagai anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradin). Tidak lama kemudian, ia diangkat jadi Komisaris hingga akhirnya menjadi Sekretaris Peradin.

Pada tahun 1985, ketika semua organisasi advokat menjadi wadah tunggal, Peradin beserta organisasi lain dilebur menjadi Ikatan Advokasi Indonesia (Ikadin). Di Ikadin, Otto ditunjuk sebagai wakil sekretaris cabang Jakarta pada 1986. Pada 1990, ia dipercaya sebagai Ketua cabang Jakarta Barat saat itu usianya masuk 35 tahun.

Pada 1995, Otto duduk sebagai Wakil Sekjen DPP Ikadin dan kemudian menjadi Sekjen DPP Ikadin. Otto akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum DPP Ikadin selama dua periode, yakni 2003-2007 dan 2007-2012.

Pada 2005, lagi-lagi ketika organisasi Advokat baru harus berdiri sesuai UU Advokat 2003, ia langsung menahkodai Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) untuk periode 2005-2010. Jabatan tersebut ia emban kembali untuk periode 2010-2015.

Otto lantas mendirikan firm hukum Otto Hasibuan & Associates. Selain itu, ia juga aktif menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi.

Pada Oktober 2014, ia mendapatkan gelar Profesor kehormatan dari Universitas Jayabaya atas jasanya dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia setelah pengabdiannya selama 32 sebagai advokat.

 

Keluarga

Ayah: Hasibuan

Ibu: Boru Siahaan

Isteri: Norwati Damanik

Anak: Putri Linardo Hasibuan

Lionie Petty Hasibuan

Natalia Octavia hasibuan

Yakub Putra Hasibuan

 

Pendidikan

S1 Fakultas Hukum UGM

S2 Comparative Law Course di Universiti Technology of Sidney

S3 UGM

 

Karier

Ketua OSIS SMA, 1972

Ketua BKMK, Senat Mahasiswa UGM

Anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradin)

Wakil Sekretaris Cabang Jakarta DPP IKADIN, 1986.

Ketua Cabang Jakarta Barat DPP IKADIN, 1990

Wakil Sekjen DPP Ikadin, 1995

Sekjen DPP Ikadin

Ketua Umum DPP Ikadin (2003 - 2007)

Ketua Umum DPP Ikadin (2007 - 2012)

Dosen, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jayabaya, Jakarta

Ketua Umum DPN Peradi (2005 - 2015)

Pendiri dan Pengacara Otto Hasibuan & Associates

Penghargaan

Tokoh Fenomenal Seputar Indonesia, RCTI, 2016.