Profil Irjen Martuani Sormin, Anak Petani yang Jadi Jenderal Polri

Rabu, 16 September 2020 – 09:50 WIB

Profil Irjen Martuani Sormin, Anak Petani yang Jadi Jenderal Polri

Profil Irjen Martuani Sormin, Anak Petani yang Jadi Jenderal Polri

JAKARTA, REQnews - Kapolda Sumut, Inspektur Jenderal Martuani Sormin beberapa hari lalu sempat viral lantaran dimarahi seorang pria. Sebabnya, pria itu tak terima ditegur petugas saat razia masker dan operasi yustisi di Medan. 

Saat itu Martuani menanyakan kenapa pria itu tidak mengenakan masker. "Kenapa tidak pakai masker pak?" tanya Martuani.

Pria justru marah-marah di depan Martuani. Dia tak senang karena ditegur tak mengenakan masker. "Siapa bilang aku kena virus Corona? Siapa bilang? Emosi ini," kata pria tersebut.

Bukannya ikut marah, Martuani justru meminta petugas yang ada di lokasi untuk memberi pria itu masker. "Coba kasih masker dia, kasih masker," ucap Martuani kepada petugas.

Sikap itu pun membuktikan bahwa jenderal bintang dua tersebut memiliki jiwa pemimpin yang bijak dan mengayomi masyarakat. Wajar jika Martuani memiliki semua itu. 

Pasalnya, Martuani merupakan perwira kepolisian yang memiliki pengalaman karir sejak 1987. Mengutip Wikipedia, Rabu 16 September 2020, pria kelahiran Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatra Utara 30 Mei 1963 tersebut berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri. Dan sejak 6 Desember 2019, perwira tinggi ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Ia juga pernah berhasil memperoleh penghargaan dua sekaligus. Yakni penghargaan dari Kak Seto Award dan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Penghargaan itu diberikan oleh lembaga Award yang ternama tersebut  karena Martuanu dinilai telah berhasil menjalankan tugas kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme kepolisian. 

Martuani Sormin adalah seorang anak petani, di masa kecilnya Martuani berjualan tape singkong, keripik singkong, dan jagung rebus di Pasar Pangaribuan.

Sepulang sekolah, Ia membawa tanah kompos ke ladang dan kembalinya memikul kayu bakar dari hutan. Rutinitas Martuani sebagai anak petani memikul kompos berlanjut hingga di bangku SMP untuk melanjutkan biaya sekolah.

Meski sering diejek temannya, Martuani yang penyabar dan pekerja keras sukses menyelesaikan sekolahnya hingga melanjutkan SMA di Jakarta. Waktu itu Martuani dianjurkan oleh ibunya untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau langsung bekerja saja. Ibunya melarang Martuani masuk pendidikan militer karena khawatir akan keselamatannya.

Namun, akhirnya Martuani bertekad untuk mengabdi kepada Negara lalu diterima di Akademi Kepolisian.

Berikut riwayat karir dan pendidikan Polri, Irjen Martuani Sormin:

 

Pendidikan Polri

AKABRI (1987)

PTIK (1996)

SESPIM (2002)

SESPIMTI (2012)

 

Pendidikan Kejuruan

PADAS SERSE (1989)

PA BRIMOB (1994)

 

Riwayat Jabatan 

Pamapta Kepolisian Resort Aceh Tenggara (1987)

Kepala Satuan Sabhara Resort Aceh Tenggara Kepolisian Daerah Aceh (1988)

Kepala Kepolisian Sektor Lawe Sigala-Gala Resort Aceh Tenggara (1989)

Kepala Satuan Serse Narkotik Direktorat Serse Kepolisian Daerah Aceh (1992)

Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (1996)

Kepala Kepolisian Sektor Metro Gambir Resor Metro Jakarta Pusat (1998)

Kepala Bagian Pengamanan Sandi Direktorat Intelijen dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatra Selatan (2002)

Kepala Kepolisian Resort Musi Banyuasin (2003)

Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Palembang (2006)

Penyidik Utama Tk. III Direktorat III/Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri (2007)

Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (2010)

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (2011)

Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri (2012)

Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Maluku (2013)

Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat (2014)

Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Metro Jaya (2015)

Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol (2016)

Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi & Pengamanan Polri (2016)

Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat (2016)

Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri (2017)

Kepala Kepolisian Daerah Papua (2018)

Asisten Operasi Kapolri (2019)

Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara (2019)

 

Kasus terkenal

Bom Sarinah Thamrin (2016)