Profil AKBP Andi Kirana, Eks Kapolres yang Diperiksa Propam Gegara Kasus KDRT dan Dugaan Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2020 – 20:32 WIB

AKBP Andi Kirana (Foto: Istimewa)

AKBP Andi Kirana (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Surat telegram bernomor ST/2935/XI/KEP/2020 tertanggal 13 Oktober 2020 tak hanya membawa kabar gembira bagi sejumlah perwira Polri. Namun juga membawa kabar buruk bagi AKBP Andi Kirana yang membuat Kapolda Kalteng Irjen Dedy Prasetyo murka. 

AKBP Andi Kirana diketahui dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Kotawaringin Barat. Padahal, posisi itu baru didudukinya sekitar satu bulan dan tiga minggu atau sejak 20 Agustus 2020. Parahnya, jebolan Akpol 2002 dicopot dari jabatannya dalam status Riksa.

Dalam surat telegram Kapolri tertanggal 13 Oktober 2020, STI 2935 IXIKEP./2020 13-10-2020, pada nomor 51, disebutkan " "AKBP Andi Kirana, S.I.K., M.H. NRP 80041276 Kapolres Kotawaringin Barat Kalteng Polda Mutasi Sbg Pamen Polda Kalteng (Dlm Rangka Riksa)"

Diduga, status riksa itu terkait hasil tes urine narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Kalteng beberapa waktu lalu. Kini, posisi Kapolres Kotawaringin Barat digantikan AKBP Dharma E Ginting.

Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi status riksa tersebut terkait ada masalah keluarga saja. "Pemeriksaan adalah tindak lanjut terhadap laporan istri yang bersangkutan," kata Hendra kepada wartawan, Kamis 15 Oktober 2020.

Menurut Hendra, AKBP Andi Kirana juga dilaporkan istrinya karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sebagai informasi, AKBP Andi Kirana sebelumnya menjabat Kasubditregident Ditlantas Polda Kalteng. Ia juga pernah menduduki jabatan sebagai Wakapolres Langsa.