Profil Irjen Lotharia Latif, Kapolda yang Turun Gunung Damaikan Konflik Pubabu Besipae

Minggu, 18 Oktober 2020 – 20:02 WIB

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif temui warga Pubabu Besipae (Foto: Istimewa)

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif temui warga Pubabu Besipae (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bentrokan warga dalam kasus konflik memperebutkan lahan di Pubabu Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor membuat Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Lotharia Latif turun gunung. Ia mengingatkan berbagai pihak agar jangan melakukan pelanggaran hukum lagi dalam kasus konflik tersebut. 

Sembari duduk bersama, imbauan ini juga disampaikan Irjen Lotharia kepada masyarakat, tokoh adat, dan unsur pemerintah, dalam kunjungan ke Pubabu Besipae pada Jumat 16 Oktober 2020.

"Saya minta agar kondisi di Besipae aman dan kelima desa tetap aman, jangan menimbulkan pelanggaran hukum lagi karena apabila ada yang melakukan pelanggaran hukum, saya sebagai Kapolda NTT akan menindak tegas karena semua sama di mata hukum,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Minggu 18 Oktober 2020.

Pun ia berpesan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. Termasuk jangan terpancing dengan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Pada kesempatan itu, Irjen Lotharia mempersilahkan agar kelompok warga dari 37 kepala keluarga yang terdampak pengosongan lahan dari pemerintah untuk mengajukan proses hukum. Tentunya sesuai dengan dokumen yang ada maupun rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

“Semua pihak agar tetap menjaga situasi di Besipae, jangan ada persoalan baru yang ditimbulkan kembali. Segala persoalan yang terjadi berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya. 

Profil Irjen Lotharia Latif

Lahir pada Juni 1967, jenderal bintang satu ini adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 3 Agustus 2020 menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. Lulusan Akpol 1988 ini dikenal berpengalaman dalam bidang polair.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kakorpolairud Baharkam Polri. Karirnya sebagai anggota Polri pun dinilai moncer.

Sejumlah jabatan penting pernah diembannya. Mulai dari Kapolres Blora (2008), Kepala SPN Polda Sumbar, hingga Kasubditgasum Dirsabhara Baharkam Polri. 

Ia juga pernah mendapat amanah sebagai Dirlantas Polda Kalbar, Analis Kebijakan Madya bidang Gakkum Korlantas Polri (2013), Kayanma Polri, Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Polri (2015) dan Karowatpers SSDM Polri (2016).

Karir bintang satunya pun dimulai saat menjabat Wakapolda Sulawesi Utara (2016), Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri (2017), Kakorpolairud Baharkam Polri (2019) dan saat ini sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur.