IFBC Banner

LBH Mawar Saron, Mengabdi untuk Keadilan

Rabu, 28 Oktober 2020 – 18:02 WIB

Kantor LBH Mawar Saron (Foto:Istimewa)

Kantor LBH Mawar Saron (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Sudah banyak kiprah yang kita dengar mengenai Lembaga bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron. LBH ini dikomandoi oleh pengacara ternama yakni, Hotma P.D. Sitompoel SH., M.Hum.

Bertempat di Graha Mitra Sunter Blok D No. 9-11 Jl. Sunter Boulevard Raya, Jakarta Utara, LBH Mawar Saron berdiri dengan megahnya. Masuk ke dalamnya rasanya tidak percaya ini merupakan kantor sebuah LBH, setiap ruangan ditata dengan elegan dan kemegahan, lebih megah dari kantor-kantor pengacara profesional.

Awal berdirinya LBH Mawar Saron berkantor di gereja Mawar Saron, namun LHB ini tidak membedakan agama, ras dan aliran politik, yang dibantu adalah warga tidak mampu dan teraniaya hukum. Sekian lama di gereja, secara bertahap hingga seperti sekarang memiliki kantor yang megah.

Dalam menyelesaikan berbagai persoalan, LBH ini berprinsip damai. Prinsip itu, menurut Hotma karena dirinya mengingat cerita pada zaman Nabi Sulaeman, dimana ada dua orang yang berselisih sedang berangkat menuju pengadilan. Nabi Sulaeman mengatakan, berdamailah kamu di jalan agar tidak salah satu dari kamu dihukum.

“Jadi kalau ada orang yang datang ke kita, maka kita berusaha mendamaikan. Karena tidak ada keadilan
di pengadilan,” ungkapnya.

Awalnya dalam membantu, LBH Mawar Saron menunggu mereka yang membutuhkan bantuan. Melihat perkembangan yang ada lalu Mawar Saron membuat program, di antaranya penyuluhan ke rutan-rutan dan biasanya dari rutan ada yang meminta bantuan, ada juga informasi dari wartawan.

Tiap harinya tidak kurang dri 20 orang datang mengadukan kasusnya, dan tidak semua diajukan ke polisi. Untuk mendapatkan bantuan dari LBH ini ada beberapa syarat yang harus diikuti di antaranya mengisi formulir, ada surat keterangan tidak mampu dan beberapa syarat lainnya.

Jumlah orang yang meminta bantuan ke Mawar Saron tiap tahunnya mengalami kenaikan. “Orang kaya saja teraniaya, apalagi orang miskin. Kita ini harus merasa terusik jika melihat ketidak adilan. Sebisa mungkin menempuh jalan damai, seperti di Batam, orang mendirikan rumah kumuh di kolong jembatan, dipukulin. Kita bilang sama otoritas Batam, kamu jangan pukulin orang ini, itu salah. Tapi ke orangnya kita juga bilang, kamu jangan tidur di bawah jembatan, itu membahayakan dirmu dan orang banyak , juga melanggar Perda,” ujar Hotma.

LBH Mawar Saron memang LSM, tapi menurut Hotma tidak berati mereka membela rakyat miskin tanpa melihat permasalahannya. Menurutnya, bukan berati kalau rakyat udah paling benar, kalau salah diberi tahu, karenanya itupula Mawar Saron bisa diterima semua pihak.

Kasus lainnya yang juga pernah ditangani Mawar Saron, tentang Sutet (saluran tegangan tinggi) di Bandung, yang tak kunjung selesai, selalu rebut tidak ada habisnya, masyarakat meminta harga setinggi-tinggnya untuk nilai tanahnya, akhirnya kita damaikan. Dan mereka senang, bahkan akhirnya kampung itu diberi nama Mawar Saron.

Advokat di LBH Mawar Saron merupakan lulusan-lulusan yang berkualitas, karena harus lulus dengan nilai IPK di atas 3. Mawar Saron tiap beberapa tahun mengadakan perekutan, juga menerima mahasiwa yang akan magang, bila bagus, maka akan diangkat untuk bekerja di LBH Mawar Saron.

Hotma menyarankan sebaiknya mahasiswa fakultas hukum yang bercita-cita menjadi lawyer masuklah di LBH terlebih dahulu, karena di sana tempat yang bagus untuk belajar membela keadilan, bukan cari uang. “Kalau awal-awal sudah cari uang, bahaya, semuanya diukur dengan uang,” ungkap Hotma.

Sekarang selain di Jakarta, Mawar Saron sudah ada di kota-kota besar di antaranya di Semarang, Batam, Solo dan total lawyer ada lebih dari 50 orang. Tiap tahun dirolling, dari daerah ke Jakarta dan di Jakarta dikirim ke daerah. Mereka yang telah mengabdi di LBH Mawar Saron 3-4 tahun dan bagus, akan dipindah ke kantor Hotma Sitompoel yang profesional. Di Mawar Saron, menurut Hotma, anak-anak muda diajarkan cari dulu kerajaan surga dan kebenaran. Lepas dari sini, maka para lawyer ini sudah punya hati yang baik.

Menurut Hotma, keistimewaan LBH Mawar Saron adalah tidak ada kata-kata tidak bisa. “Itulah didikan saya. Kata Napolion Bornapate hanya orang gila yang bilang tidak bisa . Kalau saya minta lawyer urus kasus, dan dia bilang tidak bisa. Maka saya bilang, apakah sudah coba maksimal? Kalau ga bisa, saya yang urus nih. Saya sering ngetes anak muda,” ujarnya.

Bila ditanya soal biaya yang dikeluarkan untuk segala aktivitas kegiatan Mawar Saron, Hotma hanya berkata bahwa ini adalah bantuan Tuhan. Menurut Hotma, dengan melihat orang susah, kita akan menjadi orang yang bersyukur. “Tuhan itu begitu baiknya, kita bangun pagi langsung ada makanan, coba orang susah harus mencari dulu. Mustinya orang kaya, hatinya ada di orang miskin, kalau sudah begitu mungkin tidak ada lagi orang susah,” ujar Hotma.

Sebagai pendiri, ke depannya Hotma berharap LBH Mawar Saron bisa ada di seluruh provinsi dan menjadi lembaga yang dipercaya.