Siapa Komjen Boy Rafli, Kepala BNPT yang Masuk Bursa Calon Kapolri?

Jumat, 27 November 2020 – 04:01 WIB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar (Foto: Istimewa)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar masuk dalam bursa calon Kapolri. Diketahui Jenderal Polisi Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada januari 2021.

Berbicara nama Boy Rafli, dia adalah jenderal polisi bintang tiga yang berpengalaman di bidang reserse. Ia dilantik menjadi Kepala BNPT untuk menggantikan Suhardi Alius yang telah menjabat selama empat tahun di BNPT.

Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BNPT, Boy Rafli menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri pada tahun 2018-2020.

Polisi kelahiran Jakarta 55 tahun silam tersebut mengawali karirnya sebagai Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat pada tahun 1988. Karir kepolisiannya semakin cemerlang, hingga pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Letnan Satu Polisi (Lettu Polisi).

Selain memiliki latar belakang dalam penanggulangan terorisme, Boy Rafli juga dikenal dalam bidang komunikasi. Ia pernah menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya hingga Kadiv Humas Polri.

Ia uga mendapatkan gelar Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung, lewat disertasinya yang berjudul "Disertasi Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter" pada 14 Agustus 2019.

Yang menarik, pada tahun 1999 ketika ia masih berpangkat Kolonel Polisi, Boy Rafli ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV. Sederet penugasan ke luar negeri pun berhasil ia jalankan. Seperti dalam rangka studi banding anti teror Australia, tugas investigasi terorisme Densus 88 di Filipina, tim delegasi RI Asean-Europe counter terorism meeting di Madrid Spanyol, dan beberapa penugasan lainnya.

Kemudian Boy Rafli juga pernah menjabat sebagai Kepala Unit Negosiasi Subdetasemen Penindak Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri. Salah satu tugasnya yaitu berbincang untuk menemukan titik temu dengan terorisme yang berideologi radikal, baik itu dalam penangkapan maupun penahanan.

Selama menjabat sebagai polisi, lulusan Akpol tahun 1988 tersebut juga memiliki beberapa penghargaan yang pernah diraih. Penghargaan tersebut berupa Satya Lencana Santi Dharma XII, UN Medal - UNTAC Kamboja, Satya Lencana Santi Dharma XIV, UN Medal - UNMIBH Bosnia, SL Kesetiaan 24 Tahun, dan masih ada beberapa penghargaan lainnya.