Irjen Ahmad Dofiri, Kapolda Jabar yang Pernah Tangani Hoaks Raja Keraton Yogyakarta

Jumat, 27 November 2020 – 20:32 WIB

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Ahmad Dofiri (Foto: Istimewa)

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Ahmad Dofiri (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Setelah mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Kapolri, Irjen Pol Ahmad Dofiri dilantik menggantikan Irjen Pol Rudy Sufahriadi sebagai Kapolda Jawa Barat. Nama Ahmad Dofiri kini kembali diperbincangkan karena masuk dalam daftar calon Kapolri untuk menggantikan Kapolri Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Mengutip Wikipedia, Jumat 27 November 2020, Ahmad Dofiri merupakan lulusan terbaik Akpol tahun 1989. Dia adalah perwira Polri yang berhasil meraih bintang Adhi Makayasa.

Karir polisi kelahiran Indramayu 53 tahun silam tersebut diawali sebagai Kanit Resintel Polsekta Tangerang Polda Metro Jaya pada tahun 1990.

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat ia ditugaskan sebagai Asisten Logistik Kapolri. Berbekal pengalaman dalam bidang SDM, Ahmad Dofiri juga pernah menjabat sebagai Kapolres Bandung pada tahun 2007, Kabag Kermadagri Robangpers SDE SDM Polri tahun 2010, Analis Kebijakan Madya bidang Binkar SSDM Polri tahun 2012, serta sebagai Karobinkar SSDM Polri pada tahun 2014.

Karir kepolisiannya semakin meningkat, bahkan ia juga pernah menduduki kursi Kapolda sebelumnya. Dalam masa satu tahun ia berhasil berganti jabatan sebanyak tiga kali, seperti pada tahun 2016 ia pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, kemudian dipindahkan sebagai Karosunluhkum Divkum Polri, hingga beberapa waktu kemudian ditugaskan sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ahmad Dofiri terbilang cukup lama dalam menduduki jabatan sebagai Kapolda DIY, hingga akhirnya dirotasi menjadi Asisten Logistik Kapolri pada akhir tahun 2019.

Selama menjabat sebagai Kapolda DIY, Ahmad Dofiri telah menangani sejumlah kasus, salah satunya menindak pelaku aksi kekerasan di jalanan yang sering disebut masyarakat Yogyakarta dengan istilah "klitih”.

Ia jug berhasil menangani kasus berita hoaks yang mencatut nama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain itu, Polda DIY juga berhasil mengusut dua aksi teror yang terjadi di wilayah Yogyakarta pada 24 dan 26 Maret 2019.