Profil Kombes Akhmad Yusep, Pelopor E-Tilang yang Raih Penghargaan dari Panglima TNI

Minggu, 06 Desember 2020 – 09:02 WIB

Kombes Akhmad Yusep (Foto: Istimewa)

Kombes Akhmad Yusep (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kombes Pol Akhmad Yusep kembali mengukir prestasi. Usai menjadi pelopor E- Tilang, kini dia menerima penghargaan dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Penghargaan itu diberikan dalam upacara penutupan Pendidikan Reguler Sesko TNI Angkatan XLVII, Kamis 3 November lalu. Eks Dirreskrimsus Polda Jatim ini berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik dari Polri dalam pendidikan integrasi bersama para perwira menengah 3 matra yakni TNI AD, TNI AL, dan dan TNI AU.

Sebelumnya, bersama dengan 17 Kombes lainnya, Kombes Akhmad Yusep mengikuti 7 bulan pendidikan di Sesko TNI yang dimulai sejak 20 April 2020. Pendidikan Reguler Sesko TNI Angkatan XLVII diikuti 170 Pasis dari TNI-Polri dan perwira dari mancanegara.

Terdiri dari 17 Pamen TNI-AD, 39 Pamen TNI-AL, 36 Pamen TNI-AU, 17 Pamen Polri, 4 siswa tamu dari Filipina, India, Pakistan dan Singapura. "Kami sangat berterimakasih kepada Panglima TNI dan Kapolri yang telah memberikan kesempatan untuk kami mengikuti pendidikan di Sesko TNI," kata Kombes Pol Akhmad Yusep usai menerima penghargaan dari Panglima TNI seperti dalam keterangan yang diterima.

Kata dia, banyak ilmu yang didapat setelah dirinya mengikuti pendidikan di Sesko TNI. "Selain memperoleh banyak pengetahuan, selama mengikuti pendidikan kami membangun network dengan calon-calon petinggi TNI di masa depan," kata Kombes Pol Akhmad Yusep.

Sebelumnya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mendapatkan gelar sebagai polisi pelopor E-Tilang saat menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Kediri pada 2016. Akhmad sukses menerapkan sistem tilang elektronik (e-tilang) dan penerapan sistem tersebut pertama di Indonesia.

Asal tahu saja, Akhmad Yusep Gunawan pernah menjabat Kapolres Bandara Soetta. Juga pernah menduduki posisi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) di Polda Metro Jaya.

Sebelum ditarik ke wilayah Polda Metro Jaya, Akhmad Yusep pernah bertugas di Jombang dan Kediri, masing-masing menjadi Kapolres.

Alumni Akpol 1996 ini dikenal sebagai seorang polisi kreatif dan inovatif. Saat menjabat sebagai Kapolres Kediri (2016), ia mencetuskan ide program layanan elektronik tilang (e-Tilang).

Selain mendapat apresiasi dari Mabes Polri, program e-Tilang ini juga telah diterapkan di 16 Polda di seluruh Indonesia.

Akhmad juga berhasil mengaplikasikan gedung layanan terpadu berbasis inforformasi teknologi (IT) di markasnya. Gedung layanan publik berbasis IT itu, memberikan layanan pengaduan kepada warga masyarakat, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pengaduan polisi nakal (Yanduan Propam), pembuatan SIM, BPKB, SKCK, inafis, yang semuanya bisa diakses secara online.

Di Kediri, Akhmad Yusep juga membentuk Communication Command Center. Sebuah pusat kendali komunikasi yang berfungsi untuk memantau tempat rawan kejahatan dan kecelakaan lalu lintas melalui kamera CCTV.

Saat menjabat Kapolres Jombang, Akhmad Yusep memperkenalkan program Penurunan Berat Badan (PBB) di kepolisian setempat. Program razia ”polisi gendut” ini, bertujuan peningkatan kinerja polisi di wilayah Jombang.

Terakhir, saat menjabat sebagai Wakil Kepala Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, ia juga terlibat dalam program pengembangan Sistem Informasi Perlindungan Konsumen (SISPEK). Sistem tersebut berisi tentang informasi berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat sebagai konsumen.

Polisi mengembangkan sistem itu dengan menggandeng perusahaan IT Microsoft Indonesia. Ide pembaruan dalam tubuh kepolisian, tak membuat Akhmad Yusep alpa untuk memberikan reward kepada anggotanya yang berhasil dalam menunaikan tugas. 

Bulan lalu, bertempat di markas Polres Bandara Soetta, Akhmad Yusep memberikan apresiasi anggotanya yang telah berprestasi mengungkap kasus ancaman teroris di Bandara Soetta.