Jadi Hakim Perempuan Pertama Komisi Yudisial, Inilah Sosok Sukma Violetta

Selasa, 22 Desember 2020 – 22:36 WIB

Hakim Komisi Yudisial, Sukma Violetta (Foto: Istimewa)

Hakim Komisi Yudisial, Sukma Violetta (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Presiden Joko Widodo melantik 7 Hakim Komisi Yudisial (KY) untuk periode 2020-2025 pada Senin, 21 Desember 2020. Salah satu yang dilantik yaitu Sukma Violetta, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Yudisial sejak tahun 2016.

Sukma merupakan perempuan pertama yang menjadi Anggota Komisi Yudisial (KY). Ia tergerak menjadi Anggota KY karena melihat potret buram peradilan di Indonesia yang menampilkan ketidakadilan bagi para pencari keadilan.

Hakim kelahiran Jakarta 56 tahun silam tersebut, pernah memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Kemudian ia memperoleh gelar LL.M dari University of Nottingham, Inggris pada tahun 1997.

Ia memulai karir dalam bidang hukum, sebagai pengacara di LBH Jakarta-YLBHI pada tahun 1987-1990. Kemudian bergabung di Gani Djemat & Partners sejak tahun 1990 hingga tahun 1992. Sukma juga pernah menjadi konsultan Legislasi pada tahun 2002–2003 di Sekretariat DPR–RI.

Sukma lebih banyak menghabiskan karirnya untuk upaya perbaikan peradilan di Indonesia. Ia pernah menjadi konsultan Reformasi Hukum dan Peradilan di Partnership for Governance Reform in Indonesia tahun 2003-2006. Selain itu, ia juga sempat bergabung menjadi Tim Ahli Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2010–2014.

Sebelum akhirnya bergabung dengan KY, pemilik motto hidup “berikhtiar seoptimal mungkin dan untuk hasilnya berserah diri kepada Tuhan” ini sempat memegang posisi sebagai Koordinator Tim Asistensi Reformasi Birokrasi di Kejaksaan Agung RI sejak tahun 2006–2015.

Selain itu, Sukma merupakan peneliti senior di Indonesian Center for Enviromental Law (ICEL) sejak tahun 2006. Ia pernah mengikuti pelatihan Enviromental Law Course for Indonesian Jurists pada tahun 1998 di Van Vollenhoven Institute, Leiden, Belanda.

Prestasi lainnya, ia pernah meraih penghargaan British Chevening Awards 1996–1997 dari Foreign and Commonwealth, Inggris karena dianggap memiliki prestasi dan kualitas kepemimpinan yang baik.