Teladan, Begini Cara Syekh Ali Jaber Hafal Alquran Sejak Usia 10 Tahun

Kamis, 14 Januari 2021 – 11:21 WIB

Syekh Ali Jaber (Foto: Istimewa)

Syekh Ali Jaber (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sosok Ali Saleh Mohammed Ali Jaber (Syekh Ali Jaber) merupakan pendakwah dan ulama asal Madinah. Ia kerap kali menghiasi dunia dakwah Indonesia.

Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits membuat kehadiran Syekh Ali Jaber dapat diterima masyarakat.

Berkat ketulusannya berdakwah di tanah air, ia kini telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Bahkan, namanya pun masuk jajaran penceramah agama populer di Indonesia dan sering kali tampil di televisi sebagai juri dalam Hafiz Indonesia.

Sejak kecil, ulama asal Kota Nabi itu telah mendapatkan bimbingan agama dari sang ayah, yang juga merupakan seorang penceramah. Ketika ia berusia 10 tahun, sudah menjadi seorang penghafal Alquran 30 juz. Di usianya 13 tahun, Syekh Ali menjadi seorang imam di sebuah masjid Kota Madinah.

Ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976 itu mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Berkat kedisiplinan yang ayahnya terapkan sejak kecil seperti shalat dan membaca Alquran, tak heran jika Syekh Ali jatuh cinta dengan pengetahuan tentang Islam dan kitab suci umat Islam. Bahkan, orangtuanya tak segan memukulnya ketika hendak melaksanakan salat fardhu.

Pada tahun 2008 saat usianya masih 32 tahun, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia. Ia menuju ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menjadi guru tahfidz (hafalan) Quran, Imam salat, khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, NTB, Indonesia.

Di Lombok, Syekh Ali Jaber bertemu dengan wanita asli Lombok, Ummi Nadia yang kini menjadi pendamping hidupnya.

Karirnya terus berlanjut, bahkan ia diminta menjadi imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Tak hanya itu, ia juga diminta menjadi pembimbing tadarus Quran dan imam salat Ied di sana. Pada tahun 2011, ia resmi menjadi seorang Warga Negara Republik Indonesia (WNI).