Profil Ambroncius Penyanding Wajah Pigai-Gorila, Bikin Malu Marga Nababan

Selasa, 26 Januari 2021 – 10:30 WIB

Ambroncius Nababan (Foto: Istimewa)

Ambroncius Nababan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kegaduhan yang dilakukan politikus Partai Hanura, Ambroncius Nababan memang sudah keterlaluan. Bahkan bisa mengancam terjadinya disintegrasi bangsa Indonesia.

Itu dilakukan Ambroncius usai mengunggah foto Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai bersanding dengan seekor Gorila.

"Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies," tulis akun Ambroncius Nababan yang diunggah ulang oleh akun Twitter @NataliusPigai2, Minggu 24 Januari 2021.

Kini, Ambroncius terancam masuk penjara usai dilaporkan ke Bareskrim Polri. Siapa sebenarnya sosok satu ini? 

Mengutip dari situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Pileg 2014, Ambroncius mencalonkan diri dari Dapil Bali dengan nomor urut 4.

Pria kelahiran Taruntung, 5 Juli 1957 ini diketahui juga pernah menjadi Caleg Partai Hanura di Dapil Sumut I pada tahun 2009. Pun tercatat pernah tergabung dalam sejumlah organisasi. 

Mulai dari Ketua DPC SOKSI Medan Baru, Ketua Baladhika Karya Medan, Korda Sumut Partai Hanura, hingga Ketum DPP LKTR Hanura.

Catatan lainnya, Ambroncius pernah menjadi Kepsek Yayasan Anugra Abadi di tahun 2003, Brance Manager PT Capella tahun 1998, General Manager PT Indomarine Tech pada tahun 2012, serta Dirut PT Asrimentris Art di tahun 2013.

Jejak digital juga memperlihatkan bahwa Ambroncius terlibat dalam Projamin. Sebuah organ sukarelawan yang dibentuk untuk mendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 lalu.

Kini Ambroncius tengah menjadi terlapor di Polda Papua Barat karena unggahannya di medsos tentang meme bergambar Natalius Pigai dan Gorila.

Unggahan itu sebagai respons terhadap pernyataan Pigai yang menentang langkah pemerintah mewajibkan vaksin Covid-19 kepada seluruh rakyat.

Menurut Pigai, pemerintah tidak boleh memaksa warga negara yang menolak divaksin. Sebab, kehendak untuk divaksin atau tidak adalah hak asasi seseorang.

Ambroncius melalui akunnya di Facebook menanggapi sikap Natalius tersebut. Namun belakangan, tulisan Ambroncius tersebut telah dihapus. “Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun  tidak perlu di Vaksin. Faham?” tulis Ambroncius.

Pigai sendiri telah angkat suara soal serangan rasisme tersebut. Menurutnya, kasus pembantaian, pembunuhan hingga kejahatan HAM di Papua selama era pemerintahan Joko Widodo cenderung didasari rasialisme.

Tak hanya itu, Pigai juga menyebut bahwa rasialisme saat ini telah menjadi kejahatan kolektif negara pada orang Papua.

"Seluruh kejahatan di Papua didasari oleh kebencian rasial. Orang Papua tidak akan pernah bisa hidup nyaman dengan bangsa rasialis. Jakarta harus buka kran demokrasi dengan Rakyat Papua. Kalau tidak maka saya khawatir instabilitas bisa terjadi karena konflik rasial di Papua. Saya orang pembela kemanusiaan berkewajiban moral untuk ingatkan," kata Pigai. 

Dalam kasus rasisme ini, Pigai juga turut menyinggung Llyod Austin yang merupakan Menteri Pertahanan berkulit hitam keturunan Amerika-Afrika pertama di AS

"Aku bangga padamu, mr @Lloydah orang kulit hitam Afrika-Amerika paling kuat di dunia. Kami telah melawan rasisme kolektif (negara) Indonesia terhadap orang kulit hitam Melanesia Afrika (Papua) lebih dari 50 tahun. Penyiksaan, pembunuhan & genosida perlahan. Kami butuh perhatian," cuit Natalius.