Sosok Advokat Lucas yang Bebas dari Jeratan Pidana Mahkamah Agung

Senin, 26 April 2021 – 07:30 WIB

Pengacara Lucas ( Foto: Istimewa )

Pengacara Lucas ( Foto: Istimewa )

Jakarta REQnews - Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh advokat Lucas.

MA menyatakan Lucas tidak terbukti bersalah dalam perkara itu dan membebaskannya. "Memerintahkan terpidana dibebaskan seketika," seperti dikutip dari petikan putusan MA, Senin 26 April 2021.

Siapa Lucas sebenarnya? Mengutip pelbagai sumber  dia adalah seorang advokat yang mempunyai karier mentereng, dia juga merupakan Pendiri sekaligus Chairman Law Firm LUCAS,S. H. & PARTNERS.

Tak cuma itu, Lucas juga duduk sebagai anggota Dewan Pembina Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), dan juga ketua dari ikatan curator dan pengurus Indonesia (IKAPI). Dalam dunia hukum Indonesia, Lucas sangat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada litigasi.

Belasan tahun menjadi pengacara, dia pernah mendapat penghargaan Pengacara Niaga Terbaik Tahun 2002 versi Kapital Award dan Pengacara Terbaik tahun 2003 versi Legal Review Award.

Lucas memulai kariernya sebagai advokat setelah lulus dari Universitas Hasanuddin, Makasar pada 1992. Dia kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang hukum di Universitas Airlangga, dan lulus pada 1995.

Tiga tahun berselang, Lucas mendirikan kantor firma hukumnya sendiri pada awal 1998 dengan nama Law Firm Lucas SH & Partners. Mengutip situs kantor pengacara itu lucasshpartners.com, firma itu diklaim berkembang menjadi lima firma hukum teratas di Indonesia versi Asia Law Magazine 2007.

Menurut situs yang sama, Lucas memiliki 21 bidang praktik hukum, mulai dari kepailitan, perdata, pidana, hak asasi manusia, hingga telekomunikasi.

Lucas juga kerap menangani klien dengan profil tinggi. Dia pernah menjadi kuasa hukum Boedi Sampoerna, eks pemilik pabrik rokok HM Sampoerna dalam kasus korupsi Bank Century. Saat kasus Century mencuat pada 2009, Boedi dituding mendapat untung dari kucuran dana bailout senilai Rp 6,7 triliun untuk bank itu.

Karier mentereng Lucas tak telepas dari isu miring soal sepak terjangnya memainkan perkara. Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) sempat melaporkan Lucas ke KPK terkait kasus dugaan korupsi Bank Century. Saat itu, Boedy Sampoerna adalah kliennya. “Kasus itu sempat TPDI laporkan ke Bareskrim dan KPK,” kata Koordinator TPDI, Petrus Selestinus.