Sosok Pratu Lukius! Pengkhianat Negara yang Membelot ke KKB

Minggu, 18 April 2021 – 08:32 WIB

Prajurit Satu (Pratu) Lucky Y Matuan (Foto: Istimewa)

Prajurit Satu (Pratu) Lucky Y Matuan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sangat disayangkan, di tengah upaya aparat melakukan penindakan tegas terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, seorang personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) malah bergabung dengan kelompok tersebut. 

Mantan anggota TNI itu merupakan desersi Prajurit Satu (Pratu) Lucky Y Matuan alias Lukius alias Lukius Heluka. Pria kelahiran Wamena, Papua itu nekat berkhianat pada negara dan bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Ia merupakan prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 410/Alugoro yang bermarkas di Jawa Tengah. Lukius melarikan diri saat bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-Papua Nugini, Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 400/Banteng Raiders.

Bergabung dengan TNI sejak 2015, ia ditempatkan di Tabakpan 4, Regu 1 Peleton 3, Yonif Alugoro 410. Ia diberangkatkan ke Papua di bawah kendali operasi (BKO) Yonif Raider 400/Banteng Raiders.

Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi I. G. N. Suriastawa mengatakan bahwa informasi tersebut didapatkan dari media pendukung KKB sekitar dua bulan lalu. “Walaupun hal itu benar, tetapi kejadiannya 12 Februari 2021 yang lalu,” ujar Suriastawa kepada wartawan, Kamis 16 April 2021.

TNI AD juga sudah mengambil langkah tegas dan melakukan pemecatan terhadap Lukius yang kini berstatus desersi. Pemecatan tersebut dilakukan karena ia dianggap telah berkhianat kepada NKRI.

Kini, TNI pun memastikan tengah memburu prajurit Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro yang kabur dan menajdi pengkhianat tersebut. 

Perlu diketahui, pasukan Banteng Raiders diberangkatkan ke Papua pada 24 Agustus 2020 dengan menggunakan KRI Tanjung Kambani 971 dari Dermaga Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Sebanyak 450 prajurit TNI pun dilibatkan dalam Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Banteng Raiders.