Profil Indriyanto Seno Adji, Anggota Baru Dewas KPK yang Pernah Jadi Pengacara Soeharto

Rabu, 28 April 2021 – 12:10 WIB

Indriyanto Seno Adji (Foto: Istimewa)

Indriyanto Seno Adji (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Formasi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK sempat kosong selepas berpulangnya Artidjo Alkostar pada Minggu 28 Februari 2021. Indriyanto Seno Adji pun dikabarkan ditunjuk sebagai pengganti anggota Dewas.

Putra mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Oemar Seno Adji itu dijadwalkan akan dilantik Presiden Jokowi Rabu 28 April 2021 sore ini. Pelantikan tersebut rencananya digelar di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan pelantikan Laksana Tri Handoko menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dewas KPK seharusnya beranggotakan 5 orang yakni Tumpak H Panggabean, Albertina Ho, Syamsuddin Haris, Harjono, dan almarhum Artidjo Alkostar.

Namun, selepas Artidjo meninggal dunia sejak saat itu Dewas KPK dijabat 4 orang. Indriyanto bukanlah sosok baru dalam dunia hukum khususnya lembaga antirasuah. Pada tahun 2015 alumni Universitas Indonesia itu ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai pelaksana tugas (Plt) Pimpinan KPK bersama dengan Taufiqurrahman Ruki dan Johan Budi. Ketiganya menggantikan Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Busyro Muqoddas.

Pasca menjadi Plt Pimpinan KPK, Indriyanto sempat diberikan amanah sebagai salah satu anggota panitia seleksi (pansel) Pimpinan KPK.

Indriyanto saat itu bekerja bersama Yenti Garnasih, Harkristuti Harkriswono, Hamdi Muluk, Marcus Priyo Gunarto, Hendardi, Al Araf, Diani Sadia Wati, dan Mualimin Abdi.

Sepak terjangnya di dunia pengacara sudah tidak perlu diragukan lagi.  Guru besar Hukum Universitas Indonesia itu sempat tercatat sebagai pengacara yang membela mantan Presiden Soeharto. Ia bersama Juan Felix Tampubolon, OC Kaligis, Mohamad Assegaf, dan Denny Kailimang menjadi pengacara Soeharto dalam kasus melawan majalah TIME Asia tahun 1999. 

Indriyanto juga pernah membela mantan Presiden Soeharto saat Soeharto dikenakan tahanan rumah oleh Kejaksaan Agung.

Selain itu pengacara yang juga akademisi itu merupakan kuasa hukum bagi keluarga Soeharto atau Yayasan Supersemar dalam kasus gugatan perdata penyalahgunaan uang negara pada tahun 2007. 

Indriyanto juga tercatat pernah membela anak penguasa orde baru tersebut Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dalam kasus kepemilikan senjata api dan bahan peledak, pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dan buron tahun 2001.