Profil Jenderal Sutarman, Dari Kapolri Kini Menjadi Petani

Senin, 21 Juni 2021 – 13:18 WIB

Mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Sutarman (Foto: Istimewa)

Mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Sutarman (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jenderal Purnawirawan Sutarman kini lebih memilih menjadi seorang petani setelah tak lagi menjabat sebagai Kapolri. Bahakan ia menolak tawaran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai duta besar. 

Lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1981 itu, pernah mendapatkan bintang Mahaputera dari presiden Jokowi. Ia mengawali karir di kepolisian pada tahun 1982 setelah lulus dari Akpol dan dipercaya sebagai Kepala Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar.

Polisi yang berpengalaman dalam bidang resere itu pada tahun 2000 pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden Abdurrahman Wahid. Karier Sutarman di kepolisian pun semakin melejit.

Bahkan dalam kurun waktu lima tahun, ia menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau, Kapolda Jawa Barat, hingga Koplda Metro Jaya. Setelah itu, Sutarman kemudian ditarik ke Mabes Polri menjadi Kabareskrim.

Ketika menjabat Kabareskrim, pernah terjadi insiden polisi mengepung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) saat terjadi kasus petinggi Mabes Polri yang ditangani KPK. Setelah itu pada 2013, ia diangkat menjadi Kapolri untuk menggantikan Jenderal Timur Pradopo.

Sutarman merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu, kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, pada 2015, ia diberhentikan secara hormat oleh Presiden Jokowi.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri, Sutarman pun ingin mendedikasikan hidupnya untuk membantu rakyat. Bahkan ia menolak tawaran Jokowi menjadi duta besar atau komisaris badan usaha milik negara.

"Saya terima kasih sudah ditawarkan itu. Saya bekerja di pemerintahan hampir 34 tahun," kata dia. "Sisa hidup saya akan saya gunakan untuk membantu rakyat yang masih membutuhkan," ujar Sutarman di Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 21 Januari 2015. 

Ia pun tak ingin lagi berkecimpung di dunia pemerintahan atau politik. Sutarman ingin pulang ke Sukoharjo, Jawa Tengah dan akan melanjutkan kerja ayahnya dengan bertani.

Menurutnya, dengan bertani ia bisa membantu program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. "Saya akan habiskan sisa hidup saya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, butuh sentuhan lembut tangan-tangan kita," katanya.