Jejak Letkol Faridah, Hakim Pengadilan Kasus Kopasus Cebongan hingga Jadi Jenderal

Rabu, 21 Juli 2021 – 16:20 WIB

Brigjen Faridah Faisal (Foto: Istimewa)

Brigjen Faridah Faisal (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Seorang Jenderal TNI perempuan bernama Faridah Faisal, resmi diangkat menjadi Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Kadilmilti) III Surabaya. Ia dilantik berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1607/VII/2021 pada 19 Juli 2021.

Upacara pengangkatan tersebut dipimpin oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Faridah yang semula berpangkat kolonel, dinaikan menjadi Brigjen atau jenderal bintang satu.

Dalam pelantikan tersebut, Faridah menjadi satu-satunya perempuan pada rombongan Pati TNI AD. Sebelumnya, ia sudah dipromosikan menjadi Kadilmilti III Surabaya MA berdasarkan SK Panglima TNI Nomor Kep/540/VI/2021.

Promosi tersebut dilakukan pada 23 Juni 2021. Diketahui, pada awalnya ia dipromosikan sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Wakadilmilti) III Surabaya. Kemudian, pada 2 Juli 2021, ia dilantik sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya. 

Faridah juga sudah pernah menduduki berbagai jabatan seperti Kepala Pengadilan Militer III-16 Makassar, bertugas di Peradilan Militer Tinggi II Jakarta, dan bertugas di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Saat bertugas di Yogyakarta, ia sempat menangani peristiwa penembakan kepada empat tahanan lapas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Penembakan ini dilakukan oleh beberapa anggota Kopassus bersenjata.

Jenderal perempuan yang saat itu berpangkat Letkol Chk (K), saat itu mendapat mandat untuk menjadi salah satu hakim ketua pada perkara tersebut.

Faridah dipercaya memegang dan mengadili berkas kedua dari empat berkas yang ada. Yaitu dengan terdakwa Tri Juwanto, Anjar Rahmanto, Martinus Robert Paulus Benani, Suprapto, dan Herman Siswoyo yang putusannya dijatuhkan pada 5 September 2013.